Nyaman Aman dan Mapan

Dear para lelaki.
Para wanita hanya membutuhkan satu syarat dari kita. Yaitu rasa nyaman.

Namun perlu kita ingat bahwa mapan, aman juga salah dua unsur dari rasa nyaman yang harus kita penuhi dan bisa tawarkan kepada mereka.

Ada memang yang mengatakan bisa berjuang bersama menuju mapan. Tapi ingat satu hal. Lelaki itu bisa kuat hidup susah. Tetapi lelaki yang baik tak akan kuat melihat keluarganya hidup susah.

Selamat berjuang.
Jika buka dia saat ini yang tepat buatmu, pasti akan ada dia lain yang memang untukmu. Ingat, tulang rusuk tak akan tertukar. Kecuali, makan di iga bakar tapi salah pesenan. Hehe

Advertisements

Sendal Jepit yang Berbahagia

image

Bukan sepatu Nike yang dipakai buat running. Bukan sepatu Converse yang digunakan ke tempat nongkrong. Bukan sepatu Eiger yang digunakan menuju puncak gunung tinggi. Bukan pula pantofel Louis Vuitton yang digunakan ke pesta resepsi pernikahan kawan.

Sehahagia-bahagia alas kaki adalah sendal jepit yang digunakan oleh manusianya menuju masjid untuk sholat subuh berjamaah.

Sendal jepit itu dengan bahagia mendo’akan pemiliknya, “Jika pemilikku ini menggunakanku dalam langkahnya menuju masjid, maka berilah dia alas kaki terbaik di surgamu nanti ya Allah”.

Sendal jepit yang digunakan menuju tempat-tempat baik dengan niatan baik.

(Semoga Alah menguatkan langkah kita semua agar agar dapat membahagiakan alas kaki kita. Aamiin.)

Surat untuk Anak

Hai nak. Apa kabarmu sekarang? Semoga baik-baik saja. Dan ayah selalu berusaha untuk memastikan kamu akan baik-baik saja.

Tulisan ini dibuat saat ayah belum tahu siapa ibumu. Menyoal tentang surat dari ibu, nanti kamu juga akan mendapatkan dari beliau.

Ini pesan untuk kamu, anak ayah. Kelak, ayah sebisa mungkin akan menjelaskan semua pertanyaan dan keingintahuanmu dengan seilmiah mungkin. Menjelaskan apa yang bisa dilakukan dan tak boleh dilakukan di semesta ini.

Ayah percaya kamu anak yang cerdas, sama seperti ibumu. Sehingga saat kamu nakal, ayah tak akan mengatakan “Lihat rambut ayah yang putih? Itu karena kamu nakal! Sekali kamu nakal, tambah satu helai lagi rambut putih ayah. Kami mau lihat rambut ayah memutih semuanya?”

Bukan karena apa. Ayah takut kamu membalas “Ahhaa!!! Sekarang aku tahu, kenapa rambut kakek putih semua. Pasti karena ayah dulu nakal!”

Jangan Mencintai Seseorang

Jangan mencintai seseorang karena indah parasnya.
Karena ketika dia menua, cintamu akan luntur padanya.

Jangan mencintai seseorang karena jumlah hartanya.
Karena ketika dia kehilangan semua, cintamu akan hilang jua.

Jangan mencintai seseorang hanya karena baik budi dan tingkah lakunya.
Karena kelak jika dia tak sebaik yang kamu kira, kamu pasti akan kecewa.

Jangan mencintai seseorang. . .
Cintai penciptanya.

Mudah memang menuliskan atau membacanya. Hingga detik ini pun, aku masih belajar dan berusaha.