Mencari Ratu Pantai Laut Selatan di Yogyakarta (Part I)

Lagi di bioskop dan ngeliat film Kamar 308. Dan seketika teringat perjalanan Saya ke Parangtritis untuk mencari keberadaan Ratu Pantai Laut Selatan. Percaya lah, tulisan ini murni menceritakan perjalanan Saya, bukan untuk Buzzer film Kamar308. Gambar di atas hanya pelengkap.

Kebetulan waktu itu lagi libur kuliah dan udah lama juga nggak berkunjung lagi ke Jogja, kota kenangan. Sambil menyelam minum air, gitu.

Dari Solo menuju Jogja, menurut Saya naik motor sangat hipster. Pengen yang mainstream-mainstream aja biar bisa rame-rame ama yang lain. akhirnya naik ular besi pun menjadi pilihan. Naik kereta, sekalian mendukung program transportasi massal yang dicanangkan pemerintah.

Dengan biaya Rp 9.000 dan berdiri bergelantungan di kereta Pramex selama satu jam, akhornya sampai JOGJAAAA!!! BERHATI MANTAN. Oke, maksud Saya Jogja Berhati Nyaman. Sangat pas semboyan dan keadaan Kota ini.

Dari Stasiun Tugu lanjut naik Bis Trans Jogja menuju Pojok Benteng. Entah trayek apa, saya lupa karena saya ingat mantan. Oke, lupakan. Sampai mana tadi? Ya, trayek! Bilang aja ke penjaga Halte, mau ke Pojok Benteng. Nanti akan ditunjukkan bisa yang tepat.

Cling! Sekarang sudah di Pojok Benteng, berjalan sedikit ke Jalan Parangtritis, lanjut naik bis kecil. Murah, Cuma Rp 12.500. Nggak nyampe jual rumah lah.

Jika saja ada penghargaan warga negara terbaik, hari itu pasti Saya yang menjadi pemenangnya. Iya, di saat berpariwisata Saya juga mendukung program pemerintah seharian penuh.

Sembari nunggu bis ngetem, Saya mendapat info dari supir bahwa hari itu adalah hari Larung Sajen. Larung Sajen adalah ritual menghanyutkan sesajen ke lautan dengan tujuan rasa syukur dan terima kasih kepada penguasa laut setempat, yaitu Ratu Pantai Laut Selatan. Tunggu dulu! Apa tadi?!! Ratu Pantai Laut Selatan?!! Yap, itu dia! Saya makin dekat dengan Kanjeng Ratu!

Pada malam itu,seluruh hal berbau ghaib se-Jawa akan berkumpul disana.

Bakal ‘rame’ nanti mas disana”, begitu katanya.

“Rame gimana maksudnya, Pak?”.

“Ya rame”, lanjut pak Supir sambil kembali melihat ke depan.

Dan akhirnya! Sampai juga di Parangtritis. Usul aja, jangan lupa memakai perisai sunblock! Jika tidak, pasukan sengatan panas matahari milik Kanjeng Ratu akan membakar kulitmu!

Anginnya asik! Ombaknya tinggi! Yah, cukup lah membuat Saya minder, jika dibandingkan dengan tinggi badan saya yang tak seberapa.

Mungkin ini dulu yang bisa Saya ceritakeun. Lanjut Part II ya. See you!

Advertisements

One thought on “Mencari Ratu Pantai Laut Selatan di Yogyakarta (Part I)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s