Lebih Indah

Ruangan penuh dengan senda gurau. Aku memasuki ruangan.
“Kamu dari mana? Kok lama banget?”
“Dari tempat dimana hanya aku dan kamu yang tahu”, jawabku dengan nada yang teratur.
“Di mana? Kok aku gak tau?”, alisnya naik sebelah.
Aku menarik napas dan menjawab, “Masa lalu”.
Tubuhnya membatu, sekarang kedua alisnya naik, mulutnya membuka seperti monster pasir yang mengejar pesawat tua di film The Mummy 2.
Seisi ruangan yang tadinya riuh ikut mengheningkan cipta. Semua mata tertuju padaku.
“Hahaha, enggak. Ini tadi habis beli nasi goreng. Yang beli lagi rame banget”, kataku dengan senang sekali karena berhasil membuat semua terdiam.
“Wuu dasar!!!”
Suasana kembali riuh dan ada melemparkan gulungan kertas ke arahku.
Dia terlihat menunduk menahan senyumnya.
Aku hanya bisa ikut tersenyum melihat senyumannya yang indah. Tak pernah aku melihat senyumnya semanis ini semenjak jaman PDKT dulu.
Entah kenapa, wanita menjadi lebih indah setelah bukan milik kita lagi. Kupikir itu salah satu misteri di dunia ini setelah misteri penciptaan kecoa.
Mungkin ini terjadi karena kita kurang bersyukur akan apa yang kita punya dan justru terlalu terfokus terhadap sesuatu yang tak kita punya.
Dan adzan Isya’ pun membuyarkan lamunanku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s