Merelakan

Pernah kah kamu mendengar ungkapan bahwa “Kesempatan tak datang dua kali”?

Ya, beberapa di antara kita sangat percaya dengan ungkapan tersebut. Termasuk Saya. Tapi untuk kali ini, mari kita sepakat untuk tidak sepakat bahwa ungkapan tesebut sepenuhnya benar.

Kemarin termasuk hari yang unik. Alam dan hujannya mengantarkan Saya berteduh dan menuju Klithikan (bahasa Jawa untuk tempat jual-beli barang bekas).

Sebelumnya helm yang telah menemani Saya sejak SMA, hilang dicuri orang. Dan seperti para pria pada umumnya, secepatnya dia harus mencari pengganti yang lama.

Saya menuju bilik penjualan helm. Menilik satu persatu helm yang ada di sana. Sempat ada yang mencuri pandangan Saya. Helm hitam, yang ibarat wanita meskipun hitam tapi tetap manis. Tapi kemudian ada satu goresan yang lebih menarik perhatian saya di antara helm yang ada di sana. Saya kenal betul goresan itu. Goresan pada helm yang sudah menemani Saya selama tiga tahun sejak SMA. Iya, itu helm Saya. Naluri lelaki tak pernah salah tentang sesuatu yang dicintainya.

Saya mendekatinya, memeganginya. Dan mencobanya di kepala. Tak ada yang berubah darinya sejak terakhir kali Saya memakainya di satu sudut parkir kota Solo, kecuali stikernya yang sudah dicopot sebagai kamuflase agar tampak bukan helm curian.

Kita tahu, segala sesuatu milik kita akan ada masanya dia tak menjadi milik kita lagi. Entah itu hilang karena memang kita tak mampu menjaga atau kah memang hilang karena direbut orang.

Darinya saya belajar merelakan. Tak selamanya sesuatu selalu menjadi milik kita.

Mungkin dia akan menjadi lebih baik bersama yang lain.

Dan mungkin pun, kita akan menjadi lebih baik jika bersama yang lain.

Pilihan pun jatuh kepada helm INK hitam manis yang pertama kali sempat mencuri perhatian Saya.

Ya, ini bukan hanya cerita tentang helm lama dan helm baru. Tapi juga seorang lelaki dan perjuangannya untuk merelakan.

Merelakan tak selamanya buruk. Kita tak pernah tahu apa sesuatu yang lebih baik yang akan menunggu kita di masa depan.

Advertisements

2 thoughts on “Merelakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s