Aside

Mencinta

Mencinta bukan lah menerima. Mencinta adalah tentang memberi yang terbaik.
Merawat pun membutuhkan cinta. Pernah kah Kau melihat seorang ibu yang menyedot ingus bayinya yang flu langsung menggunakan mulut?
Ya, benar. Mungkin itu menjijikkan bagi beberapa orang, termasuk mungkin Saya. Tapi bagi seorang ibu? Tidak. Itu lah bukti cintanya. Memberikan yang terbaik untuk anaknya agar dapat sembuh.
Dan juga mungkin Kau pernah melihat atau mungkin Kau sendiri, seorang lelaki yang rela menerobos hujan demi pasangannya?
Mungkin hal itu seperti tukagn ojek bagi Saya. Tapi bagi lelaki tersebut? Tentu tidak. Itu adalah bentuk bukti cinta pada gadisnya.
Tapi, menurut Saya. Jika dia benar-benar cinta, harusnya bukan dengan dipacari, tapi dengan dinikahi. Asik.
Ada seorang teman yang berkata, “Aku tak ingin menurunkan derajat orang yang kucintai di hadapan Allah SWT dengan memacarinya”. Benar-benar luar biasa.
Ada lagi kata seorang kakak “Semakin kita paham, harusnya makin kita cinta. Pahami dulu lalu Kau akan cintai”. Saya pun jadi tertegun dengan kalimat tersebut. Dan ngomong-ngomong kenapa pembahasannya bisa sampai di sini ya? Oke lah. Sampai jumpa kalau begitu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s