Mengembalikan Wajah Kampus

“Tuhan tak mengubah nasib satu kaum hingga kaum tersebut mengubah nasibnya sendiri”

Belakangan ini, Kampus Psikologi UNS seperti bukan kampus. Mesen diselimuti crazy little thing I called abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud di Jawa Timur.

“Kampus tampak lebih seperti gurun Sahara”, begitu kata teman-teman.

“Kampus nggak enak banget sih kalau gini. Jadi males ngampus”, kata teman yang lain.

Dan hari sabtu kemarin tepatnya 22 Februari, kawan-kawan dan segenap unsur Psikologi UNS memilih untuk mengubah nasib dan mengembalikan wajah kampus seperti semula. Karena  bagi kami, perubahan itu tak hanya dituntut. Tapi ia diciptakan. Dengannya kami turun tangan dengan membersihkan abu yang menutup dari pagi hingga matahari tepat di atas ubun-ubun yaitu jam 12 siang.

Tak ingin kalah dari para mahasiswa. Beberapa Dosen  pun ikutambil bagian di dalam kegiatan bersih-bersih kali ini. Pak Hakim, Pak Adit bersama anaknya pun ikut berbenah kampus. Mereka pun tak malu turun bersama mahasiswa mengorek, mengangkat dan membuang tumpukan-tumpukan abu vulkanik.

Memang seperti inilah yang harusnya terjadi. Semua pihak turun untuk mengubah. Berani menuntut berani bertindak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s