Aside

Korban Keraguan

Beberapa hal yang kulakukan ragu-ragu ternyata hasilnya tak ada yang memuaskan.
Mulai dari beasiswa, menjadi ketua sebuah kepanitiaan. Semua berakhir dengan akhiran yang sama. Bermuara pada lima huruf yaitu “Gagal”.
Tetapi ketika Aku mencoba melakukan sesuatu dengan keyakinan penuh, alhamdulillah. Hasilnya pun memuaskan.
Mendaftarkan diri di sebuah organisasi, memilih melanjutkan kontribusi di sebuah tempat, mengamini kepercayaan teman-teman dalam pencalonan menjadi Ketua sebuah organisasi hingga menjadi Ketua organisasi tersebut.
Alhamdulillah, semuanya berujung dengan enam huruf yang diidam-idamkan orang, yaitu “Sukses”.

Tulisan ini bukan dengan niat menyombongkan diri. Hanya sebagai pengingat untuk selalu bersungguh-sungguh dan yakin dalam setiap langkah yang diambil.
“Jika ragu-ragu, maka tinggalkanlah”, begitu kata dalam Islam.
Sebagai pengingat diri, dan cukuplah Saya orang terakhir yang menjadi korban keragu-raguan.

Advertisements
Aside

Pesan Seorang Lelaki

Seorang lelaki pernah berpesan kepada Saya. “Seorang lelaki bukanlah ia yang bisa mengangkat beban yang berat. Tapi ia yang bisa menahan amarahnya”
“Seorang lelaki bukanlah ia yang memiliki bahu kekar. Tapi ia yang dengan bahu kecilnya mampu mengemban amanah besar”
“Seorang lelaki bukanlah ia yang tak pernah menghadapi masalah. Tapi ia yang ketika menghadapi masalah dapat menanganinya”
“Seorang lelaki bukanlah ia yang tak pernah merasa takut. Tapi ia yang ketika berani melawan rasa takutnya”
“Seorang lelaki bukanlah ia yang hanya jatuh cinta sekali dalam seumur hidupnya. Tapi ia yang jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama”
“Seorang lelaki bukanlah ia yang membesarkan nama dan dirinya melalui sebuah organisasi. Tapi ia yang membesarkan sebuah organisasi dengan nama dan dirinya”
Dan untuk pesan yang terakhir, lelaki itu adalah Saya sendiri.