Memilih Ladang

“Lain ladang lain belalang”. Begitu kata pepatah.

Dalam kehidupan berorganisasi pepatah tersebut juga sangat bisa mewakili. Lain medan kontribusi, lain pula orang-orang di dalamnya. Tentu lain pula karakteristik medan juang tersebut.

Masing-masing kita adalah belalang yang diwajibkan untuk memilih ladangnya. Sayangnya sering kali kita memaksakan diri untuk memilih ladang berdasar keinginan, bukan berdasar kebutuhan. Dan ketika ini terjadi, ke depannya kita bisa gagal menjadi belalang yang produktif atau dengan kata lain belalang yang sukses.

Beberapa belalang salah memilih ladangnya. Karena ia salah memprioritaskan kebutuhan. Jika benar ia tipe belalang kontributif, tentu ia tak akan mempermasalahkan di ladang mana dia akan ditempatkan. Di manapun ia berada, ia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Ia belalang yang sepenuhnya digerakkan motivasi intrinsik (kalau kata orang psikologi). Yaitu motivasi untuk bermanfaat bagi sekitarnya.

Ingat, sesuatu yang kita inginkan belum tentu sesuai dan baik untuk kita.

Tapi ngomong-ngomong kenapa dengan analogi belalang ya? Bukan kah belalang merupakan hama bagi tanaman? Ah lupakan. Kali ini kita menggunakan sudut pandang raja belalang.

Terakhir sebelum Kau mengedipkan mata….

Kenali dirimu, kenali medan yang ada dan pilihlah pertempuranmu. Begitu kira-kira.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s