Beda Black dan Negative Campaign

Image

Sampanye adalah minuman anggur bergelembung yang dihasilkan di kawasan Champagne di Perancis.

Bukan. Bukan champagne yang ini yang akan kita bahas, melainkan campaign atau bahasa buminya adalah kampanye.

Marak kita lihat di lapangan. Kampanye tak hanya mengiklankan diri (partai), tapi juga ternyata ada yang menjatuhkan partai lain untuk meninggikan diri (partai) sendiri. Untuk tipe kedua ini sendiri juga terbagi dua tipe.

Tipe pertama adalah black campaign atau kampanye hitam. Menurut om Bara Hasibuan seorang ahli bahwa lack campaign merupakan model kampanye yang melempar isu, gosip dan sebangsanya, tanpa didukung fakta atau bukti. Kampanye hitam ini sendiri dipraktekkan mungkin dengan maksud merusak citra lawan politik dengan mengharap adanya migrasi suara dari hal tersebut. Contohnya ketika seorang caleg dari partai A menuduh caleg dari partai lain melakukan money politic tanpa didasari bukti yang kuat.

Seperti kisah bawang merah dan bawang putih. Ternyata black campaign ini punya saudara yang hamper serupa tapi tak sama, dia disebut Negative Campaign. Berbeda dengan saudaranya yang menyebarkan isu tanpa bukti. Kampanye negatif ini cenderung lebih bersih. Kampanye negatif lebih menonjolkan kekurangan lawan politik dengan memiliki bukti atau mungkin memang telah terbukti. Dan menurut hemat Saya pun, ini “halal” dilakukan ketika kampanye. Contoh nyata dari negatif kampanye adalah mengkampanyekan atau mengajak masyarakat agar tak mendukung atau memilih partai yang korup. Bagaimana menurutmu? Sah-sah saja kan?

Contoh lain mungkin dengan menggunakan rilis update grafik dan index partai terlibat korupsi dari @KPKwatch_RI, kita sebagai warga negara yang baik mengajak warga negara lainnya untuk tak memilih partai yang jumlah koruptornya banyak.

(merupakan hasil resume pada polri.go.id, mahkamahagung.go.id, infokorupsi.go.id, kpk.go.id, korupedia.org, kejaksaan.go.id)

Image

Image

Image

Berdasarkan data-data di atas kita sudah bisa menjalankan negatif kampanye yang cenderung lebih sehat dibanding kampanye hitam yang lebih sering berdasarkan “katanya” karena tak didukung data dan bukti.

Sekian dari Saya tentang perbedaan kampanye hitam dan kampanye negatif. Dan mungkin ada beberapa pihak yang dirugikan dengan adanya tulisan ini. Tapi Saya yakin dengan tulisan ini akan lebih banyak yang tercerahkan.

Masih banyak orang sekitar kita yang belum mengetahui tentang hal ini. Atau jangan-jangan Kamu pun baru tahun tentang ini? Tapi tak mengapa. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Pesan terakhir dari Saya, jadilah pemilih cerdas yang mencerdaskan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s