Dieng Plateau (part 1)

Kaki sudah menginjak di terminal Tirtonadi. Tujuan sudah disetting dengan tujuan akhir Jogja. Namun kemudian entah ada angin apa tujuan diubah menjadi Dieng. Setelah tanya-tanya tentang transportasi menuju Dieng bagaimana, akhirnya berangkat juga saya.

Solo-Dieng bisa ditempuh melewati berbagai macam jalur:

1. Bis Purwokerto via Wonosobo.

2. Bis Semarang, turun di terminal Bawen dan lanjut Bawen-Wonosobo.

3. Bis Magelang, turun di terminal Magelang dan lanjut bis Magelang-Wonosobo.

Selanjutnya saat sudah tiba di Wonosobo, naik angkot kecil warna kuning menuju pasar tempat ngetem micro bus jurusan Dieng-Batur.

Berhubung siang bis Purwokerto via Wonosobo sudah habis, saya akhirnya memilih opsi nomor 2, karena via Magelang sudah sering Saya lalui. Mencoba hal baru gitu.

Estimasi dana? Lanjut

Bis Solo-Bawen (naik Safari) : Rp 15.000

Bis Bawen-Wonosobo : Rp 25.000

Angkot kecil kuning : Rp 3.000

Micro bis menuju Dieng : Rp 10.000

Saran untuk para traveler, hindari memilih jalur Bawen ini. Karena di daerah Banaran, sering terjadi kemacetan. Saya saja di daerah ini hampir dua jam. Hal tersebut karena medan di Banaran yang banyak tanjakan dan juga banyak truk bermuatan berat yang melalui jalur ini, sehingga membuat macet di setiap tanjakan. Maklum, truk bermuatan penuh jalannya sangat lamban. Kenapa saya tahu hal ini? Karena ketika pulang Saya melewati jalur yang ada di opsi nomor tiga :)

Nah berhubung jalan macet, Wonosobo baru bisa dijejak di malam hari. Perut yang lapar sudah menemukan jodohnya. Seporsi mie Ongklok, lengkap dengan sate sapi dan segelas teh hangat di daerah Jalan S. Parman. Mie Ongklok adalah masakan khas Wonosobo. Kuah kental menjadi ciri pembeda dengan mie lainnya. Dan ia baru terasa lengkap dengan iringan sate sapi. Harus kah sate sapi? Tidak harus. Tapi katanya memang yang paling mantab ya dengan sate sapi. Saya sih percaya saja, karena memang mantab. Mereka dapat ditebus hanya dengan mahar 22 ribu Rupiah.

IMG_4311

 

Lanjut jalan, namun karena sudah malam tak memungkinkan naik ke Dieng. Bisa sebenarnya. Dengan ojek seharga 100 ribu, kamu bisa menuju Dieng dari alun-alun Wonosobo. Tapi ini harga yang mahal bagi Saya. Lebih baik saya bermalam di Wonosobo dan melanjutkan jalan di keesokan hari.

Penginapan seharga 60 ribu per malam.

IMG_4315

 

Jalan sedikit menuju angkot kuning dan lanjut naik micro bis ke Dieng. Berapa harganya? Tiga belas ribu rupiah. Lebih murah bukan?

IMG_4318

Wonosobo – Dieng bisa ditempuh dengan waktu sekitar 40-60 menit.

Sampai sini dulu. Sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s