Awal Sebuah Akhir

Setia tidaklah mudah. Akan selalu ada rintangannya.

Setia pastilah mudah. Jika hanya satu hati yang kau cinta.

Sebuah kutipan dari seorang sahabat yang membersamai dalam satu kepengurusan. Tidak terasa setahun telah berlalu. Di november tahun lalu, Saya berdiri di suatu ruangan. November tahun ini pun Saya kembali berdiri di ruangan tersebut. Yang menjadi pembeda adalah tahun lalu adalah waktu mengemban amanah dan tahun ini adalah waktu menuntaskan amanah.

Selalu ada senyum, tawa dalam perjalanan. Dan tentu juga diiringi oleh tangis dan pengorbanan. Tanpa kesetiaan, tak mungkin kita mampu melewati semua tantangan.

Di saat kawan lainnya pulang setelah kuliah, kita masih di kampus mengurusi hajat atau kepentingan banyak mahasiswa lain. Tugas kuliah pun terkadang menjadi lalai dikerjakan. Fokus akan orang-orang terdekat kita pun terpecah demi sebuah kerja dan karya di organisasi.

Setahun sudah terlewati. Tiba saatnya mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan. Puluhan hati, sembilan komite, dalam satu himpunan di suatu ruangan.

Terima kasih atas kesetiaan selama setahun ini. Terima kasih atas kontribusi, pengorbanan dan perjuangannya. Terima kasih atas semangat yang selalu membuat kelelahan pun merasa lelah mengejar, membuat  kemalasan pun merasa malas menghinggapi.

Terima kasih teman-temanku, adik-adikku, keluargaku HIMAPSI EKSPRESI 2014. Pleno ini adalah awal dari sebuah akhir. Akhir yang baik. Yang insyaAllah akan dimulai dengan awalan baru yang baik pula.

B25O329CQAAGLPN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s