Lucunya Orang yang Terjatuh

Sudah sangat lama terakhir kali saya merasakan terjatuh. Tapi, saya masih ingat betul bagaimana rasanya.

Momen lucu bagi orang yang terjatuh namun sangat alay bagi orang normal. Iya, saya tak salah sebut. Orang yang jatuh cinta memang sering tidak masuk akal tindak tanduknya.

Orang jatuh cinta mana yang tak pernah merasakan begitu senang hanya dengan membaca pesan dari orang di sana? Suaranya seolah terngiang ketika kita membaca rangkaian kata yang tertulis.

Satu lagi momen lucu dan alay. Saya menyebutnya perlombaan menahan rasa. Ini sering terjadi di masa awal pendekatan. Akan ada waktu di mana tak ada komunikasi/sms antar dua individu. Bukannya mereka tak ingin menghubungi, tapi hanya untuk menguji siapa yang lebih “tahan” untuk tak menghubungi. Dan waktu itu, saya kalah. Saya yang akhirnya membuka obrolan lagi, dengan berbagai cara. Bahan obrolan tak penting pun seolah menjadi sesuatu yang penting, demi bahan obrolan. Haha lucu ya. Saya pun tersenyum malu ketika menulis ini.

Untuk kamu yang sedang terjatuh, resapi, nikmati momen tersebut. Waktu bukan panci korea Happy Call yang bisa dibolak-balik.

Kamu punya momen yang lebih alay lagi? Tuliskan di bawah.

Melaut di Pulau Weh

DSCF5425 DSCF5279 DSCF5274

DSCF5271 DSCF5469

Dari dulu hanya bisa menyanyikan “nenek moyangku seorang pelaut”. Hari ini, saya diberi kesempatan oleh-Nya untuk merasakan bagaimana melaut.

Kembali ditunjukkan betapa pulau Weh benar-benar menyimpan banyak keunikan. Ditambah lagi, di sini ada hukum adat melaut. Hukum ini bertujuan agar dapat menjaga sinergi antara manusia dan alam.

Namun sayang, siang hingga petang ini tangkapan kami tak begitu banyak. Tak urung, ekspresi sedikit murung tampak di wajah para bapak nelayan. Tapi mereka kembali terkekeh karena salah satu teman ada yang mabuk laut dan muntah. Kata bapak-bapak “Mabuk di sabang itu gratis. Melaut aja”. Haha

Oiya, pernah saat merasakan patah hati ada teman berkata “Tenang sop. Masih banyak ikan di lautan”. Iya, masih banyak. Tapi mendapatkannya pun tak mudah. Hari ini saya merasakan betapa perjuangannya menangkap ikan.

Terima kasih Allah. Terima kasih Weh.

Dan satu yang tak boleh kamu lewatkan. Senja Iboih dari atas kapal!

DSCF5450

#WonderfulSabang #ExploreIndonesia #MasihDiIndonesia #JanganKePulauWeh

Mengabdikan Diri Melalui Mendidik

Mendidik ternyata jauh lebih menantang dari mengajar. Sedikit cerita dari ujung barat nusantara.

Ya setidaknya itu yang saya rasakan selama hampir dua minggu di tanah ini.

Saya dan kawan-kawan mengusung program dengan tema Generasi Emas Sabang dan Education for All. Kelompok kami ditempatkan di gampong Batee Shok. Kami diamanahkan membantu para tenaga pengajar di dua tempat, yaitu SDN 21 dan 23 Sabang.

Fasilitas belajar-mengajar di kedua sekolah ini terhitung komplit dan lengkap. Setidaknya jauh lebih berada dibanding sekolah-sekolah di tanah saya Indonesia bagian tengah sana. Bayangkan, sekolah memiliki bangunan yang bagus, dua buah proyektor bekal dari pemerintah, perpustakaan dengan koleksi yang banyak hingga lab komputer memadai dengan 17 PC. Namun sangat sayang, dua sekolah ini dan sebagian besar sekolah-sekolah di sini kekurangan sumber daya. Mereka membutuhkan tenaga-tenaga pengajar muda yang lebih fresh dan energik. Bayangkan di SDN 21 yang terletak di jurong Pria Laot ini tak ada guru TIK (Tekhnologi, Informatika dan Komunikasi). Jam pelajaran TIK hanya diisi dengan anak-anak bermain komputer tanpa pendampingan guru. Miris hati ini ketika tahu bahwa untuk membuka Microsoft Word pun mereka masih kikuk.

Untuk mengajar pun masih butuh pembenahan. Hal-hal inilah yang menjadi tugas panjang kita untuk mendidik.

Para calon tenaga pengajar dan pendidik, jadikan Sabang sebagai lahan mengabdi. Bantu mereka mewujudkan mimpi yang ditulis di meja-meja belajarnya

.DSCF4106

Senja di Pantai Pasir Putih

DSCF4225

Pantai Pasir Putih, Paya, Sabang.

 

Pantai pasir putih terletak di gampong Paya, sekitar 16 km dari kota Sabang. Kalau kamu sudah berkendara, di pertigaan Paya Seunara dan Batee Shok kamu ambil jalan lurus. Kalau ambil kanan kamu akan ke Batee Shok dan terus ke Iboih. Selebihnya tinggal ikut plang penunjuk jalan.

Begitu masuk area pantai, mata kita seolah tersihir oleh pantulan cerah matahari di air yang jernih. Makin komplit dengan pasir putih yang menghampar, sesuai dengan namanya. Pantai ini masih kurang pengunjung. Belum seterkenal Iboih. Di sini kamu mungkin tak bisa snorkeling tapi kamu bisa bermain air dan berlari-larian di atas pasir putih plus selendang sari bersama pasanganmu seperti di film bollywood.

Kabar gembira lagi-lagi untuk kamu yang berpredikat turis hemat. Masuk ke sini gratis! Namun karena masih sangat asri, jangan mengharapkan fasilitas lengkap di sini. Jika ingin bilas badan, kamu harus ke toilet meunasah (masjid). Tenang, jaraknya hanya selemparan batu dari pantai. Letaknya di pinggir jalan.

Oiya, di sini kamu juga mengasah jiwa petualangmu dengan menuju posko pengawasan peninggalan Jepang. Ini hanya hiburan sampingan. Karena benar-benar tak ada akses jalan memadai ke benteng kecil ini. Kamu harus melalui tumpukan bebatuan pantai. Luas posko penjagaan ini hanya sekitar 4×4, persis seperti kamar kost-kost-an harga menengah. Terdapat satu lubang untuk meriam kecil, dan beberapa lubang untuk senapan mesin ke tiga penjuru posko.

DSCF4273

Di sore hari ada sapi nongski-nongski asyik di pingir jalan.

 

Jika punya banyak waktu, sempatkan menghabiskan waktumu menunggu adzan maghrib. Kamu akan menikmati indahnya matahari yang kembali ke peraduan.

Senja Pantai Pasir Putih

Senja Pantai Pasir Putih