Masjid Terapung Losari

Yap itulah nama populernya. Masjid terapung. Sebenarnya tidak terapung secara harfiah, tapi tampak seperti terapung. Masjid dibangun di atas pondasi-pondasi yang menopangnya dan bisa berdiri di atas air laut pantai Losari.

Pantai Losari adalah salah satu tempat wisata yang komplit. Masuk gratis, bisa menikmati sunset, wisata kuliner dan tersedia tempat ibadah yang keren. Setidaknya itu pendapat saya dari berkeliling dari Sabang, lintas Sumatera, Jawa dan di Sulawesi Selatan.

“Keren dan beriman” tak hanya menjadi slogan semata buat kamu anak-anak muda yang berwisata ke Losari berkat adanya masjid ini.

image

image

image

Ingin melihat masjid Makassar yang tidak kalah keren? Bisa lihat di postingan terdahulu Masjid Makassar atau kisah orang Aceh yang memuliakan masjid.

Sudi mampir di galeri dan dokumentasi perjalanan saya di IG: @heysopwan
Sampai jumpa.

Advertisements

Masjid Makassar

Hari pertama saya pulang kampung, spot tujuan utama saya cuma dua. Masjid Al-Markaz Al-Islami dan Masjid Raya Makassar. Ya, kedua masjid ini memang selalu menjadi magnet terlebih di bulan ramadhan. Selain bisa sholat taraweh, di Al-Markaz setiap tahunnya selalu ada pasar ramadhan di halaman masjid. Di sini ada banyak yang bisa kamu dapatkan, mulai pakaian untuk lebaran, sepatu hingga panganan khas jaman SD.

Tapi bukan itu yang membuat saya sehera ingin bertandang ke dua masjid ini. Daya tarik bagi saya adalah arsitektur masjid. Masjid raya dengan gaya khas timur tengahnya, dan Al-Markaz dengan kekhasannya sendiri. Berwarna biru dan atapnya berbeda dengan masjid di Indonesia pada umumnya. Dan kalau di Makassar, kamu harus ikut taraweh dan sholat malam di masjid Raya. Cakep.

Nah ini dia. Biarkan gambarxyang berbicara

image

image

image

image

image

image

image

Mungkin itu dulu. Next akan saya tunjukkan masjid terapung Amirul Mukminin di Pantai Losari.