Matahari dari Barat itu Bernama UNJ

Dulu di awal kuliah saya selalu bangga dengan daerah asal saya. Makassar. Pergerakan mahasiswa di sana sangat menggelora, terlebih jika dibandingkan dengan di pulau Jawa yang notabene menjadi tempat saya menuntut ilmu saat ini. Sampai-sampai ada yang pernah menulis seperti ini “Ada asa di timur sana, Jakarta tetap saja akan menjadi pusat kekuasaan tetapi rasa-rasanya tidak akan lagi pernah menjadi pusat pelawanan mahasiswa. Matahari terbit dari timur, perlawanan mahasiswa memberi cahaya dari ufuk sana. Makassar adalah kiblat gerakan mahasiswa Indonesia. Selamat tinggal mahasiswa Jakarta”. Tulisan tersebut keluar karena melihat anak muda Jakarta sudah tidak lagi memainkan perannya sebagai pemuda. Idealismenya tergerus kemewahan ibu kota. Namun saya melihat secercah cahaya, cahaya matahari dari barat. Ia bernama UNJ. Universitas Negeri Jakarta.

image

Saya merasakan dan melihat sendiri betapa militannya mahasiswa UNJ. Di dua aksi nasional di satu tahun yang sama, mereka menjadi motor penggerak dan penyumbang massa terbesar entah dengan Green Force, BEM maupun underbow UNJ. Ya meskipun satu dari dua gerakan nasional tadi dipelopori oleh kampus saya.

“Hari ini kuliah di jalan”. Slogan yang ditempel di berbagai sudut kampus. Ruang-ruang kelas kosong dan bahkan disegel. Kemana para mahasiswanya? Berkumpul di rumah pergerakan, menyiapkan amunisi sebelum turun aksi. Bergetar dan merinding bulu kuduk saya saat berada di sana.

Dan baru saja, masih sangat hangat. Hari ini, mereka kembali menunjukkan tajinya. Adalah seorang Ronny, Presiden BEM UNJ yang menjadi lakon utama. Meski yang terlibat tentu bukan ia seorang. Ronny menggalang massa dalam beberapa aksi advokasi yang beberapa di antaranya adalah masalah biaya KKN, pemindahan kampus, pelecehan seksual mahasiswi oleh dosen dan yang lainnya. Dan ternyata hal tersebut membuat panas kursi para petinggi kampus yang berujung keluarnya keputusan Rektor untuk memberhentikan Ronny dari dunia akademis alias D.O. Sontak hal tersebut menyulut dukungan dari mahasiswa Indonesia, mantan aktivis, anggota DPR dan berbagai kalangan hingga keluarlah gerakan #SaveRonny. Dan singkat kisah, putusan Rektor tadi akhirnya dicabut.

Selamat Ronny, selamat rakyat mahasiswa UNJ. Kalian lah matajari kami di barat ini. Jaket hijau, bukan kuning atau yang lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s