Hanyut dalam Passion

“Love what you do and do what you love. Don’t listen to anyone else who tells you not to do it. You do what you want, what you love. Imagination should be the center of your life.” – Ray Bradburry.

Pagi ini saya sedang you-tubing. Saya melihat video official dari Adele. Jujur baru kali ini saya melihat video-videonya meski saya sudah menikmati lagunya sedari dulu. Sebut saja Rolling in The Deep, Set Fire to The Rain, Someone Like You dan yang terbaru Hello. Tentu tak lupa video-video live dan sesekali video wawancara Adele.

Ada satu hal yang saya cermati, bahwa Adele benar-benar memiliki passion di dunia tarik suara. Dia terlihat begitu menghayati setiap lagu hingga lirik yang dinyanyikan. Di luar panggung ia tampak begitu hangat dengan sering melemparkan candaan tapi begitu piano dimainkan sebagai permulaan lagu dan ia memegang microphone, ia dengan seketika menjadi Adele yang gelap, dingin, serius, wanita yang pernah tersakiti, kuat sekaligus rapuh namun tetap tak kehilangan keanggunannya. Di balik semua itu, sangat terlihat bahwa inilah passionnya dan sangat menyenangkan melihat orang yang melakukan sesuatu dengan passion. Entah saya ini terlalu berlebihan ataukah tidak, tapi setidaknya itu menurut saya.

Saya sangat ingin bisa menjadi seperti Adele dan beberapa orang besar di luar sana, bisa menemukan passion dan mendapatkan bonus berupa bayaran dari apa yang saya lakukan. Di buku-buku motivasi sering diungkapkan “Love what you do and do what you love”. Tentu jika diberi kesempatan, saya sangat ingin melakukan apa yang saya sukai, alih-alih berusaha menerima keadaan dengan mencintai apa yang sedang saya lakukan. Saya ingin hanyut seperti Adele, menikmati apa yang dilakukan, tak menyadari waktu dan ternyata kemudian sudah berada di puncak. Itu semua karena rasa suka dan sukarela dari diri hingga bersedia memberi lebih dari 100% dan yang terbaik kepada hal yang sedang dikerjakan.

Akhirul kalam “Ya Allah, berilah aku kekuatan dan keberanian untuk mengubah hal-hal yang bisa aku ubah, berilah aku kesabaran dan kedamaian hati untuk menerima hal-hal yang tidak bisa aku ubah, dan berilah aku kebijaksanaan untuk dapat membedakan keduanya”.

Ahmad Shofwan Muis

Masih dalam #30HariKetikDanPosting di Sekre Kecil Porsima

Surakarta, 7 Januari 2015

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Hanyut dalam Passion

  1. Aku mau komentar lagi ah. Tapi bukan tentang tulisannya. Aku mau berbagi aja. Kamu tau Jared Leto gak? Dia yang main film Dallas Buyers Club yang jadi Rayon. Dan, dia adalah salah satu seniman kesukaanku. Dia gak cuma aktor peraih piala Oscar, dia juga vokalis di band 30 Seconds To Mars, dia juga aktivis lingkungan hidup, dan juga dia adalah seorang sutradara.

    Terus ada lagi James Franco. Namanya tidak segmented, dan sepertinya kamu tau. Tapi tau gak, kalai James adalah seorang profesor tamu di Universitas Columbia? Yap! Dia adalah penyari dengan gelar profesor. Satu waktu dia ditanya, “Kalau lo masuk nominasi Oscar, tapi di saat yang bersamaan lo harus ngajar. Apa lo bakalan ninggalin kelas?” Dan jawaban dia, “Ya enggaklah. Ngambil penghargaan bisa diwakilin, tapi kelas gue, gak ada yang bisa gantiin. Harus gue.” Dia memang belum pernah mendapatkan penghargaan (dia masuk nominasi Oscar tapi), tapi dia tidak berhenti.

    Kamu udah pernah nonton vclip-nya 30 Seconds To Mars yang judulya City of Angels belum? Kalau belum, nonton deh. Kakakku, cukup termotivasi dengan apa yang James Franco bicarakan di sana. Kurang lebih gini, “Gue gak tau apakah akan ada kehidupan setelah kematian, tapi gue sekarang cuma mau melakukan apa yang gue suka dan dengan sungguh-sungguh.” And yes. He does. Why does? ‘Cause he’s still doing those things.

    Tahun lalu, dia baru saja lulus dari Harvard kalau enggak salah. Di akun Instagram-nya, dia bilang gini: Stay cool, stay in school.

    Poinku adalah, orang-orang itu hidup dengan mimpi dan hasrat mereka. Dan apakah mereka stuck? Tidak. Jadi intinya, SEMANGAT, SHOFWAN!

    Sebagai teman, aku mendukungmu! Ohiya, cieeeee jadi mau nulis setiap hari nih? Asik deh. Aku baca! Janji! Mungkin gak bisa langsung, tapi aku bakalan sempatkan baca :)))

    • Wah… Komenmu bahkan lebih panjang dari tulisan-tulisanku. Huhu… Dallas Buyers Club? Yg orang kurus main sapi cowboy itu bukan sih? Hmmm sulu sempet nonton tapi gak dilanjutin soalnya mati lampu.
      Semoga “Stay cool, stay in school” bukan berarti belum kunjung lulus-lulus juga dari S1 ya, kayak aku sekarang :/
      Sip terima kasih sekali lagi! :)))

      • Lah iyak baru ngeh, panjang bat komennya >.< kentara kalau aku sebenernya……doyan banget nulis, kan? Hahaha.

        Iyaaa film yang itu! Yaudah ntar tungguin filmnya dia aja Suicide Squad jadi Joker. Hahaha.

        Duh sama nih. Baca kata 'lulus' kok jantungku langsung bawannya kepengin dipasang pen aja yak :"D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s