Tak Ada Gunung yang Mudah untuk Didaki

“Bawakaraeng kayaknya gampang deh dibanding Lawu. Tingginya aja tinggian Lawu”.

Saya sepakat untuk tidak sepakat dengan kalimat di atas. Padahal kalimat itu adalah kalimat saya sendiri. Kalimat yang sempat terlontar beberapa waktu lalu.

Tak ada gunung yang mudah untuk didaki. Kurang bijak membanding-bandingkan gunung. Tiap gunung memiliki tempat tersendiri di hati para pendakinua. Tiap gunung memiliki medan dan tantangannya masing-masing. Tak usah berbeda gunung, satu gunung pun terkadang menyajikan kejutan berbeda di pendakian yang berbeda. Kadang ia cerah, kadang juga hujan lebat.

Satu hal yang pasti dari tiap perjalanan selalu menyediakan pembelajaran. Bagi saya sebuah pendakian bukanlah untuk menaklukkan gunung. Namun lebih kepada bersaing dan menaklukkan diri sendiri. Kita belajar bagaimana menaklukkan batas terjauh dan tertinggi kita. Berusaha menambah langkah mengalahkan jumlah langkah kita semenit yang lalu.

image

image

Tak ada gunung yang mudah untuk didaki jika kita tak mampu mengalahkan diri sendiri. Batas tersebut ada pada diri kita.

Dengan tangan menggigil di Hargo Dumilah puncak Lawu 3265 mdpl
Ahmad Shofwan Muis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s