Buku ini Aku Pinjam: Charlie and the Great Glass Elevator

Aku selalu kagum kepada wanita. Mereka begitu pandai dalam menyimpan dan merawat sesuatu. Termasuk buku.
Kali ini aku dipinjami sebuah buku. Buku lawas yang tampak begitu terawat. Tak ada lipatan, sampul yang masih mulus. Sejenak kumainkan halamannya seperti memainkan setumpuk uang. Hmmmmm tercium aroma “jaman dulu” bercampur sedikit parfum wanita dari kertasnya yang mulai menguning. Aku seperti bisa menebak aroma parfum temanku ini hanya dari bukunya. Oke lupakan, mari menuju bagian utama.

Sebuah karya dari Roald Dahl. Terdengar asing? Hmmm… Bagaimana kalau kusebutkan Charlie and the Great Glass Elevator? Kulihat kerut dahimu menghilang. Yap, benar! Buku ini adalah lanjutan kisah Charlie and the Chocolate Factory.

Sebenarnya buku ini termasuk bacaan anak-anak. Namun tak ada batasan untuk mencari inspirasi, bukan?. Masih mencoba melewati tahap “Penulis yang baik adalah pembaca yang rakus”.

image

Baiklah. Buku ini menyajikan kisah yang membuat pembacanya kembali ke pola pikir masa kanak-kanak. Berpikir liar penuh imajinasi tanpa khawatir ada realitas dan kenyataan hidup yang membatasi. Ditulis dengan penggambaran yang detail, membuat cerita terasa hidup dan seakan tak ada kesulitan untuk membayangkan adegan demi adegan. Terlebih jika merunut tokoh-tokoh dalam film yang menceritakan tentang kisah terdahulu Charlie. Penggambaran karakter, cara berbicara hingga pola pikir. Tampak sama plek!

Terkisah seorang Charlie Bucket yang kembali memulai petualangannya. Masih tetap bersama Tuan Willy Wonka. Kali ini tak hanya kakek Joe yang menemani petualangan Charlie, sebagaimana di kisah sebelumnya di pabrik coklat. Namun satu keluarga Bucket! Lengkap kedua orang tua dan ketiga kakek-neneknya yang lain. Mereka mengalami petualangan seru dengan elevator kaca milik Tuan Willy Wonka. Petualangan yang di luar nalar, imajinatif dan sesekali disisipi pesan moral. Sungguh bacaan yang lezat tapi tetap ringan! Tentu saja, mengingat ini memang kisah untuk anak-anak.

Dari yang imajinasinya ikut melesat tak terkendali bersama elevator kaca
Ahmad Shofwan Muis

Advertisements

One thought on “Buku ini Aku Pinjam: Charlie and the Great Glass Elevator

  1. Wah kaget ada resensi buku! Mehehehe. Kirim resensinya ke akun Line awangesti gih! Hahaha. Dia adalah co-founder dari komunitas penyebar virus membaca: pecandubuku (di IG).

    Aku sudah dari kapan tahu kepengin rekomendasikan komunitas itu ke kamu, Shof. Anggota pengulas buku dari komunitas ini macam-macam. Ada yang psikolog, dosen, guru-guru SD, murid SMA/SMP, mahasiswa tingkat lewat macam kita, aktivis kampus macam kamu, pelukis, bahkan petualang. Founder-nya seorang penyanyi indie, Fiersa Besar (akun IG: fiersabesari), selain penyanyi adalah orang yang pernah melakuakn perjalanan gila mengelilingi Indonesia dengan cara menggembel! Dari perjalanannya, dia bertemu dengan banyak orang dan berbagi banyak kisah pada kami. Dan kini Pecandu Buku memiliki Taman Baca bernama Ruang Imajinasi di Bandung.

    Entah kenapa aku kepengin sekali rekomendasikan komunitas ini ke kamu dan urung karena kupikir mungkin kamu kurang tertarik meresensi buku. Kalau memang tertarik, bisa cek di akun Instagram-nya: pecandubuku.

    Komunitas ini 100% bermanfaat. Aku bisa dibilang semenjak masuk, setiap hari mendapatkan ilmu pengetahuan baru. Tapi 1 saja kurangnya: ada aku :”D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s