Memetik Hikmah dari Iklan Rokok

image

Hisapan dalam penuh kenikmatan, asapnya ditiup mengepul di udara, abunya dibuang ke atas piring bekas makannya yang sudah kosong. Bagian terakhir adalah bagian yang paling kubenci di antara semua proses merokok, karena zat abu rokok yang bisa tertinggal di piring meski sudah dicuci sekalipun.. Begitulah pemandangan di meja sebelah, hampir tiap hari, tiap tempat makan, tiap kali aku bertemu sobat pecinta tembakau. Tidak, tidak. Sama sekali aku tidak membenci perokok. Bapakku juga, setidaknya pernah menjadi perokok.

Kucoba mengalihkan pandanganku ke layar kaca. Ah sama saja. Meski dibuat lebih terselubung. Tampak tiga pemuda bertualang menaiki mobil jeep, melakukan kegiatan outdoor yang memacu adrenalin di berbagai tempat di nusantara. Sangat laki, pakai k. Di commercial break lainnya, seorang lelaki digambarkan mencoba keluar dari zona nyaman dan akhirnya mencapai sukses. Iklan keren dan tidak seperti iklan-iklan lainnya. Di satu iklan lainnya lagi, menampilkan jin yang mampu mengabulkan semua permintaan dengan sedikit dibumbui humor ringan.
Tanpa kuberitahu pasti kamu tahu bahwa ketiganya adalah iklan rokok. Sedikit contoh dari sekian banyak iklan rokok di negeri ini. Namun rata-rata memiliki ciri yang sama. Pengemasan ciamik, mampu menyampaikan pesan terselubung meskipun tak menampilkan produk. Tidak seperti iklan lain yang sukses membuat diri produk mereka terkenal dengan menjadi bahan olok-olok. Sebut saja Klinik Tongfang ataupun iklan obat ekstrak kulit manggis yang fenomenal.

Siapa sangka iklan produk yang merusak tubuh justru bisa terlihat lebih “asyik” dan bermakna dibanding iklan produk kesehatan?.

Mari belajar dari iklan rokok. Meski ada yang mengatakan “Jangan menilai buku dari sampulnya”, tapi tak bisa dipungkiri semua hal tergantung dari kemasan. Kita bisa membuat kesan pertama yang baik melalui pengemasan yang baik pula.

Jika mereka bisa membuat hal yang buruk tampak menarik, kenapa kita tak bisa membuat sesuatu hal yang memang baik menjadi tampak keren?.

Dari diri yang mencoba mengambil hal positif dari hal negatif sekalipun.
Ahmad Shofwan Muis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s