Kopi Toraja Oleh-oleh Daeng Bimo

Hampir saja dua hari kulalui tanpa matahari. Ini berkat ke-sok-idean-ku sendiri, setelah sempat mencoba menghadirkan “rumah” dengan meminum kopi Toraja.

image

Alkisah sebungkus kopi Toraja oleh-oleh Daeng Bimo yang baru saja dari Sul-sel, menjadi koleksi tambahan lemari logistik Lembaga Eksekutifku. Di malam yang dingin dan tak pulang ke rumah. Terlalu sayang jika kebetulan ini tak dimanfaatkan. Jadilah secangkir kopi menjadi penghangat malam.

Aku bukanlah pecinta kopi yang benar-benar fanatik. Sekadar penikmat kopi, bisa dibilang begitu. Perpaduan pahit, manis dan sedikit masam rasanya selalu mengandung daya magis untuk lidahku.

Sedikit pahit, banyak masamnya. Ciri khas kopi Toraja, sukses membawa sedikit nuansa kampung halaman ke dalam sebuah cangkir.

Begitulah awal mula cerita menjadi makhluk malam hampir selama dua hari. Terjaha di malam hari, dan tertidur seperti putri di sepanjang siang hari.

Dari jam tidur yang terganggu
Ahmad Shofwan Muis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s