Muhammad “King” Ali

image

Menghindar, kiri kanan lalu dengan tiba-tiba menyerang musuh dengan telak. Tampak lebih seperti pertunjukan Kung Fu seorang master IP Man daripada pertandingan tinju. Sungguh luar biasa Muhammad “King” Ali.

Malam ini saat Video-walking di You Tube, entah kenapa saya tiba-tiba berada di video tentang Muhammad Ali. Saya menonton cuplikan video 10 Knock Out terbaiknya…. Dan… Wow. Tak bisa dipercaya. Cara bertinju yang luar biasa. Mungkin itu menurut saya, seorang yang awam di dunia tinju. Saya mungkin hanya menonton pertandingan-pertandingan besar dari petinju-petinju terkenal seperti Mike Tyson, Evander Holyfield, si raksasa Nikolai Valuev, Klitschko bersaudara, Manny Pacquiao dan tentu saja Chris John. Bahkan banyak di antara pertandingan tersebut saya tonton karena terpaksa. Harus dan mau tak mau mengikuti selera sang pemegang remot televisi di rumah. Ya, om saya penyuka olahraga tinju.

Dari sedikit pertandingan tinju yang saya tonton, tampak Muhammad Ali begitu berbeda. Entah apa yang ada di pikirannya, entah apa yang diinstruksikan pelatihnya atau entah bakat apa yang dimilikinya? Gerakannya begitu lincah di atas ring. Saat menonton film “Ali” yang diperankan oleh Will Smith saya berpikir gaya bertarung Muhammad Ali di film tersebut adalah hasil “bumbu” dari Hollywood agar penonton tergugah untuk menonton. Ternyata setelah melihat rekaman-rekaman pertarungan yang asli, tidak sama sekali tidak. Saya menarik kembali pernyataan tersebut. Gaya bertarung Ali ditunjukkan dengan sama persis. Kaki kanan dan kiri maju mundur bergantian dengan cepatnya. Kedua sarung tinjunya selalu berada tak jauh dari pinggangnya, tampak begitu berat diangkat menutupi bagian kepala seperti laiknya posisi bertahan di pertandingan tinju. Mundur ke kiri dan ke kanan secara tiba-tiba atau sesekali membungkuk untuk menghindari serangan lawan. Ya, dia seakan tidak rela dipukuli. Dia lebih memilih menghindar dan membiarkan lawan kehabisan tenaga mengejarnya dibandingkan bertahan secara konvensional dan dipukuli. Sesekali gerakan mengintimidasi lawan ia tunjukkan. Cara menghindarnya yang cepat seolah berkata “Aku cepat, kamu tidak akan bisa memukulku”. Seperti mengetahui kapan saat yang tepat tiba, ia memberi serangan balik bertubi-tubi dari kiri dan kanan. Kedua tangannya tampak sama mematikannya. Begitu lawan terjatuh, dengan gaya yang arogan ia mengangkat kedua tangannya, berteriak, melompat-lompat dan berlari-lari mengelilingi ring dengan mudahnya tanpa menunjukkan rasa lelah seperti orang yang sedang bertinju. Seakan ia ingin menyampaikan pesan kepada dunia “Akulah petinju terhebat”.

Bertahan begitu lincah sama seperti ketika menyerang. Bertarung seperti tak kehabisan stamina. Tak pernah saya melihat ada petinju dengan kecepatan dan gaya bertarung yang seperti Muhammad Ali miliki. Saya berharap bisa hidup di masa dimana bisa melihat legenda sepertinya bertarung. Namun tentu hal tersebut tak mungkin terjadi. Setidaknya saya bisa melihat rekaman kehebatan Muhammad Ali dan setidaknya saya bisa melihat legenda yang lain meski tidak di ring tinju, tapi di lapangan hijau. Lionel Messi. Mungkin benar kata orang-orang. “Masing-masing masa ada orangnya dan masing-masing orang ada masanya”. Terima kasih Muhammad “King” Ali telah menjadi orang di masamu.

Dari yang ingin bisa menulis secepat seperti Muhammad Ali menjatuhkan lawan-lawannya.

Ahmad Shofwan Muis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s