Buku ini Kubaca: Teman Imaji

Baju kejujuran nomor satu! Membaca buku ini membuatku basah kuyup. Juga berhasil membuatku melewatkan satu halte bis. Dan sialnya lagi, ini musim hujan.

image

Ini bisa saja disebut resensi. Namun mungkin akan berbeda dengan resensi seperti biasanya. Jika kamu menganggap ini adalah resensi yang baik. Sebaiknya berhenti membaca. Tulisan ini hanyalah curahan pikiran dan rasa saat dan setelah membaca buku. Kalau dalam menikmati kopi ada yang namanya after taste. Kopi yang baik adalah kopi yang meninggalkan kesan meski sudah tak lagi berada di mulut. Pun dengan buku yang baik. Buku yang meninggalkan after taste yang berkesan.

Menceritakan Kica (Kirana Annisa) seorang introvert dan dunianya. Banyu (Abimanyu Segara) si ranger penunggu hujan yang ternyata teman masa kecil Kica. Dan Adit (Noah Pramadito), seorang kakak ketemu gede. Menceritakan Kica yang memilih pilihan antara dipilih atau dipilihkan oleh-Nya. Antara Banyu ataukah Adit.

Terbagi ke beberapa bagian sesuai nama-nama bulan. Membawa rasa tersendiri sesuai musim yang ada dalam satuh tahun. Kepada bagian Kunci. Terima kasih telah sukses membuatku kembali mengingat-ingat pelajaran bahasa Inggris yang sudah lama kutinggalkan dan tak begitu kusuka.

Satu hal tak penting sebelum melanjutkan membaca. Gambar melodi di akhir kalimat di ujung bagian tulisan seolah membuat ada musik pengiring yang dimainkan. Menambah syahdu bacaan. Padahal tak ada musik sama sekali. Begitu suka bagian ini.

Begitu banyak tulisan yang membuatku mengangguk tanda setuju.  Tentang cinta, makna kehidupan tersirat yang disampaikan oleh Kica. Kecuali bagian  anak BEM adalah anak-anak kurang kerjaan. Haha

Empat ratus halaman kulahap dalam dua hari, padahal saya termasuk pembaca yang lambat. Begitu banyak makna tersirat dan terserak dalam kalimat-kalimat di buku ini. Membuat kita berguru tanpa merasa digurui. Terlebih sisipan ayat-ayat Al-Qur’an maupun Hadits yang dikemas ciamik. Membuat kita harus memanggil ingatan terlebih dahulu sebelum menyadari bahwa kalimat tersebut adalah kalam-Nya.

Saya seolah bisa merasakan menjadi anak Depok dan berasal dari kota Hujan. Penggambaran dan deskripsi latarnya begitu detail. Makin terbantu dengan saya yang juga pernah main ke kampus bis kuning sana.

Semoga karya berikutnya terlahir kembali. Meski bukan hal yang mudah tentunya. Dasar saya pembaca saja dengan mudah menyuruh-nyuruh membuat karya yang lebih baik. Padahal kan tidak semudah itu. Tapi bagaimana pun, terima kasih! Dan terima kasih yang terbaik adalah dengan mendo’akan. Semoga tetap semangat menginspirasi dalam bentuk buku berikutnya ya. Janji pelaut? Janji pelaut!

Terima kasih untuk kelas Langit mas Kurniawan Gunadi yang menjadi perantara diriku dan Teman Imaji.
Salam untuk anak kota Hujan!
Saya me-nik-ma-ti.

Dari anak kota pergerakan–atau apapun sebutan untuk kota Solo karena di sini aku bergerak.
Ahmad Shofwan Muis

*Penulis: Mutia Prawitasari
CV IDS
Bisa dijumpai di Teman Imaji

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s