Barcelona Menapak Bumi

image

“Menang ora umuk. Kalah ora ngamuk”.

Setelah sekian waktu begitu gemilang tak terkalahkan, akhirnya Barcelona menemukan anti-klimaks dari kisahnya di musim ini. Tiga dari empat laga terakhir yang dijalani mengalami kekalahan. Kalah di Classico, terpangkas jarak tiga poin di pucuk klasemen liga dan tersingkir Liga Champions oleh saingan terdekatnya di liga. Ibarat seorang pemuda, ini seperti titik nadir atau titik terendah dari fase hidup Barcelona.

Oke, ini adalah pekan-pekan kelam bagi fans Barcelona. Jadi biarkan kami hiperbolik dalam memilih kata. Ini memang saatnya kami kembali memijakkan kaki ke bumi. Ini memang saatnya kami menjadi bijak dimanapun kami berada. Para fans lain mungkin akan menertawai kami. Iya, kami serentak tampak sangat butuh mengikuti pengajian ba’da subuh di televisi nasional tentang bagaimana melalui ujian hidup. Beberapa di antara kami akan menghibur diri.

“Siapa yang butuh semifinal liga champions jika kamu bisa melakukan qobliyah subuh di masjid?”

Dengan pertimbangan tahun depan masih bisa mencoba lagi. Apatahlagi mengingat fakta bahwa belum ada satu pun tim jawara yang bisa mempertahankan si kuping lebar. Lagipula ini bukan kali pertama kami tidak lolos semifinal di sembilan tahun terakhir. Jadi mungkin tak akan sesakit yang pertama dahulu.

Namun jauh di lubuk hati saya yang terdalam, kesedihan akan kekalahan Barcelona tidak jauh lebih berat daripada kesedihan saya ketika PSM Makassar kalah.

Ewako Barca. Paentengi siri’nu!!!
#AYTKTM Apapun yang Terjadi Kita Tetap Mendukungmu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s