Mimpi Malam Ini

image

Bagi para lelaki. Senyumnya membuatmu seperti tak lagi membutuhkan tidur. Suaranya indah terlebih saat melantunkan ayat suci. Tatapannya membuatmu seolah berhadapan dengan penyihir putih di kisah Narnia. Membuatmu membeku.

Saya masih ingat betul sosok dia. Kalau tidak salah namanya Nur Jannah Octorina atau semacamnya. Sudah hampir 12 tahun tidak pernah mengingat nama itu hingga mimpi malam tadi.

Shofwan kecil sempat menjadi pengagum beratnya. Tak berubah dari dulu hingga sekarang. Tetap mengagum dalam sepi. Yap, dia gadis yang tinggal dekat rumah. Di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) masjid dekat rumah kami berteman. Kami sama-sama di tingkat tadarrus. Tapi tak pernah saling berbicara. (Jadi kalau di TPA ada tingkatan dari iqra’ 1-6, tadarrus. Nah tadarrus ini sudah baca Al-Qur’an). Seperti biasa kami duduk melingkar, bergiliran membaca ayat demi ayat.  Saat bukan giliranku, sekali-kali mataku nakal mencuri pandang ke arahnya. Entah dia sadar atau tidak. Haha sungguh lucu mengingat masa-masa itu.

Beberapa hari setelahnya, dunia seperti berkonspirasi untuk kembali mempertemukanku dengannya. Ternyata dia berada di sekolah yang sama denganku! SDN Pong Tiku Makassar. Ternyata dia kakak kelas! Hal tersebut sempat membuat nyali ciut. “Wah ini sih jauh panggang dari api, kakak kelas ternyata”.

Di jaman SD dulu ada pertukaran shift. Shift masuk pagi (jam 7-12) dan masuk siang (jam 1-5). Kelas 6 saat itu selalu masuk pagi, sementara kelas 4 dapat jatah siang. Keberadaannya di kelas 6 sukses membuatku selalu datang lebih awal dari biasanya. Yaaa hanya sekadar untuk melihat dia di saat bel pulang sekolah dibunyikan. Oiya, jaman dulu bel sekolah masih sederhana. Velg mobil digantung dan dipukul menggunakan besi.

Pagi ini karena mimpi tersebut saya iseng-iseng mencari namanya di google dan di facebook. Ya karena facebook bagiku adalah tempat yang tepat untuk menemukan orang-orang atau teman lama. Namun sayang tak seperti harapanku, namanya tak ketemu. Entah karena nama yang ada di ingatanku salah  atau entah apa penyebab lainnya.

Dan sejenak saya berpikir. Kenapa tiba-tiba memimpikan orang yang sudah tidak bertemu selama 12 tahun lamanya? Hmmmm…

Dan ahaaaa! Ketemu jawabannya. Beberapa hari yang lalu saya menonton film The Chronicles of Narnia entah yang ke berapa di burjo favorit. Susan yang diperankan Anna Popplewell mengusik diriku.

“Wajahnya mirip siapa ya? Kok kayak pernah liat orang yang kayak dia ya? Tapi di mana?”

Dan mimpi inilah jawabannya. Yap, wajahnya Susan ini kalau dari beberapa sisi rada-rada mirip dengan si dia.

Entah harus menyebut ini dengan apa. Kekuatan alam bawah sadar? Ataukah apa? Karena biasanya keinginan alam bawah sadar yang ter-represi atau tersembunyi dimunculkan melalui mimpi.

Di luar itu semua, ini adalah salah satu kebiasaan yang sangat saya sukai. Bangun tidur dan mencatat mimpi apa yang sudah dialami. Menurut ahli ini bisa melatih kreativitas dan menguatkan otak kanan.

Sekian cerita hati ini. Selamat berakhir pekan rakyat Indonesia.

Salam tabik dari pemuda pemimpi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s