Ayah, Kenapa Jatuh Cinta itu Menyiksa?

Kenapa jatuh cinta begitu menyiksa dan mengikat, ayah?  Tak ada kabar darinya saja hati terasa gelisah. Melihatnya berfoto bersama lelaki lain mataku menjadi panas dan hatiku gusar. Ingin rasanya semua tentang dia hanya untukku.

Apa begitu juga perasaan ayah pada mama dahulu?

Bedanya, kali ini aku belum punya hak untuk memilikinya.

Apa karena ini lah cinta kepada Tuhan jauh lebih indah daripada cinta pada manusia? Rasa-rasanya, semakin aku cinta, semakin dia jauh.

Cintaku hanya berani kuungkapkan melalui do’a.

Aku memintanya hanya di depan Tuhan, belum berani aku memintanya di depan kedua orangtuanya.

Aku takut aku belum mampu. Aku takut cintaku justru membuatnya hidup susah.

Kalau boleh tahu bagaimana cara ayah dahulu memenangkan hati mama? Bagaimana cara ayah menetapkan hati dan memampukan diri untuk mama? Bagaimana cara ayah meminta mama kepada kakek dan nenek?

Kali ini aku sungguh butuh jawaban. Jadi jangan menjadi menyebalkan seperti biasa dengan jawaban “Nanti ayah jawab melalui do’a di atas sajadah” ya yah. Kalau cinta semenyiksa ini, rasanya aku rela mengerjakan skripsi hingga berkali-kali, yah. Puasa sudah, berusaha menahan diri pun coba kulakukan. Namun rongga dadaku serasa selalu sesak tentang dia. Aku takut, cintaku pada makhluk mengalahkan cintaku pada Tuhan.

Ayah tolong aku.


Di pojok ruangan bersama segelas teh madu hangat aku membaca surat dari anakku. Rupanya anakku sudah besar dan sudah mulai memikirkan untuk menyempurnakan agamanya. Namun sungguh anakku kali ini tidak sedang berada di kasus yang ringan. Aku tahu betul bahwa sekuat apapun lelaki, dia akan menjadi inferior jika dihadapkan pada permasalahan hati. Anakku benar-benar sedang dalam masalah. Sangat jarang ia mengirim surat seperti ini. Macam orang pacaran jaman dulu saja, pikirku.

Kuambil telepon genggamku, kubalas pesannya melalui whatsapp.



Advertisements

2 thoughts on “Ayah, Kenapa Jatuh Cinta itu Menyiksa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s