Saya Bingung Mau Kasih Judul Apa

Subuh ini ada yang aneh. Bukan tentang saya yang gak tidur semalaman karena minum kopi susu. Bukan tentang itu.

Subuh ini saya berjalan menuju kamar mandi dan di salah satu pintu kamar yang sedikit terbuka saya mendapati seorang teman yang sedang menikmati berdo’a, menikmati lezatnya meminta pada Allah. Baru saja saya berniat ingin bercanda menyahutinya “aamiin,” tapi langsung saya urungkan niatan itu. Oh tidak! Dia menitikkan air mata!

Bertahun-tahun saya kenal, dia adalah orang yang periang. Belum pernah sama sekali saya melihat raut wajah sedih di wajahnya (meski kami sama-sama dirundung pedihnya perjuangan skripsi). Baru kali ini saya melihat dia, seorang lelaki yang penuh dengan lengkung senyum di wajahnya yang bulat, menumpahkan air mata dan di atas sajadah.

Kagum sekaligus iri terbesit di hati. Rasanya diri yang banyak alpa ini menjalankan ibadah hanya sebagai rutinitas dengan tanpa isi dan penghayatan. Ingin jua rasanya menikmati komunikasi dengan-Nya. Astaghfirullaaah. ampuni hamba ya Allah.

Hingga tulisan ini diturunkan, dia masih duduk di atas sajadahnya. Saya memperhatikan dia, tapi dia tetap fokus dengan tangannya yang menengadah mengetuk pintu langit. Dia tidak tahu saya lagi nulis tentang dia. Tapi jika mungkin dia membaca tulisan ini, pesan saya adalah “Tenang, lelaki menangis itu bukan karena dia lemah. Tapi mungkin dia sudah terlalu lama berusaha untuk menjadi kuat. Terkadang its good to be not good.”

Oiya terakhir dia mengatakan ibunya sakit. Ya Allah tolong ijabah do’a temanku ini. Tolong buat orangtuanya kembali sembuh. Anda yang membaca tulisan ini mungkin bisa ikut membantu mengaminkan. Ya Allah, kabulkanlah apa yang dia minta. Skripsi, hidup yang lancar, dagangannya laku keras. Apapun. Kecuali jika dia meminta adekku pada-Mu ya Allah. Jangan dikabulkan ya. Hehe
Kepada temanku yang masih di atas sajadah. Mohon maaf kutuliskan kisahmu tanpa izin. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi yang lain, terutama diri saya sendiri. Bahwasanya sebesar apapun masalah kita tak usah khawatir, karena kita punya Allah yang maha besar.
Dari temanmu yang sudah di atas kasur, dan sedang merenung.

Advertisements

One thought on “Saya Bingung Mau Kasih Judul Apa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s