​Hari dimana Petir Menyambar Bumi Begitu Keras

Akan kuceritakan padamu tentang hari dimana petir menyambar bumi dengan begitu keras. Bukan. Bukan saat hujan deras yang mengguyur Solo di sore ini. Tapi setahun yang lalu, meski sama-sama di saat musim penghujan.

Petir itu menyambar begitu keras menghujam bumi tepatnya kepada seorang Shofwan, saat dia terpilih menjadi ketua di sebuah organisasi kepemudaan yang baru berdiri di Solo. Oh bukan, bukan di hari itu. Tapi beberapa hari setelahnya. Petir itu datang dari sahabat-sahabat yang baru tahu bahwa Shofwan tiba-tiba menjadi ketua organisasi tanpa sepengetahuan mereka.
Ya, mereka tahu bukan dari diriku langsung. Melainkan lewat orang lain. Sesungguhnya aku sengaja tidak memberitahu mereka kabar tersebut. Aku khawatir dimarahin karena mereka yang khawatir dengan aku yang terlalu sibuk. Aku juga khawatir akan mengganggu skripsian mereka. Dalam hati kupikir “Kalian fokus skripsi dulu aja, aku mau belajar dulu di tempat lain. Kalau nanti aku udah pengen lulus, pasti bisa kok”. Tapi ternyata tak memberitahu mereka perihal masalah tadi adalah keputusan yang salah. Jadilah petir menyambar bumi dengan sangat keras, melalui marah mereka ke seorang Shofwan. Tapi aku tak khawatir, marahnya mereka adalah marah karena sayang. Bukan karena benci. Ya meskipun mungkin dengan rasa sebal dalam rongga dada. Mereka ngerti apa yang ingin dikejar Shofwan. Dan sungguh marahnya mereka pun marah yang sementara. Ibarat hukum kekekalan energi, emosi itu tak pernah hilang, ia hanya berubah wujud ke bentuk yang lain. Nah, marahnya mereka berubah wujud menjadi nasehat-nasehat dan do’a-do’a yang mengiringi langkah seorang Shofwan, dan pastinya sampai sore hari ini.
Dan memang aku yang salah tak mengabari mereka. Aku terlalu takut dimarahin, eh ternyata malah makin dimarahin. Hingga lupa cerita sesuatu yang besar tersebut kepada mereka. Hehe. Mereka adalah Intan, Maria (Tya), Unun, Ucid, Kishi, Melinda, Army, Anne, Icha, Tari, Rara. Penyebutannya tidak sesuai dengan urutan kalian di hati aku ya, karena kalian semua nomor satu! Oiya, pengurutannya mungkin berdasar galaknya haha. Mereka kalau di partai politik adalah Dewan Pertimbangan Shofwan. Pokoknya apa-apa ke mereka. Kalian jangan herman gitu dong. Bahkan sesekali merangkap BPOM. Bukan BPOM yang itu, tapi Badan Pengawasan Orang Mencinta. Jadi suka jadi tim seleksi orang yang deket ama Shofwan, meskipun baru sebatas isu. Padahal kan aku deketnya cuma ama mereka. Wee…
Alhamdulillah petir di hari itu sudah menjadi pelangi di hari ini. Aaak… Aku rindu.
Temen kalian yang mau Validasi.

Ahmad Shofwan Muis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s