​Temukan Lelaki Sejatimu saat Jum’atan.

Lima belas menit terlama dalam kehidupan para lelaki, muslim tentunya, adalah lima belas menit di masjid hari jum’at. Siapa pun yang bisa melaluinya, mungkin dia bisa masuk kriteria lelakimu.

Gak semua laki-laki yang di dalam masjid itu lelaki. Tidak semua kami bisa melawan beratnya kelopak mata saat khotib menyampaikan khutbah. Bisa dihitung dengan jari lelaki yang kepalanya tidak tertunduk, matanya terbuka dan telinganya menyimak pepesan dari mimbar jum’at.

Temukan lelaki sejatimu. Dia bisa kamu temui di masjid saat jum’atan. Dia yang mampu melawan lima belas menit terlama di bumi. Bukan beban berat di pundak saat mengankat barang, bukan beban kerjaan, bukan beban kuliah tapi beban mata agar tidak ngantuk.

Bukan, aku bukan lelaki yang kuceritakan. Aku masih belum sampai taraf itu. Sederhana. Datang masjid saja sering saat khotib sudah naik mimbar. Siang ini saja aku gak ngantuk bukan karena dengerin khutbah, tapi memperhatikan satu per satu kepala yang tertunduk di kiri, kanan, depan, belakangku. Banyak gayanya. Banyak yang pasrah gak kuat, ada yang berusaha menguatkan diri. Unik. Dan jadi inspirasi tulisan ini. Hehe

Oiya, lelaki sejati itu ke masjid bukan biar ganteng, tapi buat tuker sendal jepit. Eh nggak ding. Becanda haha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s