Jadi Juru Bicara di Depan para Calon BIDadari idamAN: LKMM Himadan 2016

Wanita itu seperti kupu-kupu. Kamu genggam erat ia mati, kamu renggangkan genggam ia pergi. Ya nggak cuma wanita sih. Hampir semua dalam hidu seperti itu. Termasuk dalam memimpin orang dalam organisasi.

Kalimat tadi adalah salah satu hal yang saya sampaikan di LKMM kebidanan. 5 November kemarin adalah kali kedua (atau malah ketiga ya, agak lupa hehe) saya ngisi di Kebidanan.

Waktu lagi bicara di depan mahasiswi Himadan Kebidanan kemarin itu. Di bagian tengah yang menyinggung teori kepemimpinan menjadi momen yang paling saya ingat. Mereka mulai menunjukkan tanda-tanda lemes dan kurang konsentrasi. Saya sampaikan ke mereka bahwa “Sebagai wanita juga harus memahami kepemimpinan, kalau gak jadi pemimpin organisasi, minimal nanti bakal memimpin diri sendiri atau anak-anak dalam keluarga kelak,” kemudian tiba-tiba ada yang nyeletuk “…dan suami.” Semua mendadak ketawa. Suasana kembali pecah. Haha saya juga gak menduga bakal ada celetukan tadi, dan kayaknya dia yang nyeletuk itu bakal jadi calon-calon istri yang ditakuti suami.

Terus saya agak oot (out of topic), karena kepikiran sesuatu. Biar gak bosen. Saya bilang “Nih saya kasih tahu rahasia para laki-laki. Tapi satu aja, ntar kami takluk terus di hadapan kalian…dst.” Mereka langsung melek, seger, nyimak dengan seksama. 

Haha dasar. Ternyata cowok dan cewek sama saja! Masing-masing punya kebutuhan untuk mengumpulkan informasi tentang memahami atau mengetahui kelemahan lawan jenisnya.

Tentang apa yang saya sampaikan ke mereka, ya gak usah saya sebutin terlalu banyak di sini. Kan rahasia. Biar mereka aja yang tahu materinya apa. Itu hak eksklusif mereka yang udah ngajakin saya. Haha. Becanda.

Acara LKMM Kebidanan kemarin itu mengangkat tema “Youth Leadership Training In Order To Shaping A Future Dignified Leader”. Luarannya adalah para mahasiswi Kebidanan mengetahui bagaimana menjadi pemimpin dan mengelola organisasi. Yap, mereka pengurus-pengurus Himadan. Saya juga mengusulkan untuk mereka ganti nama jadi Himidin (Himpunan Mahasiswi Kebidanan) karena mereka isinya Mahasiswi, bukan mahasiswa. Hehe

Saya tunjukkan juga kepada mereka beberapa contoh pemimpin-pemimpin wanita. Ada Benazhir Bhutto (PM Pakistan), Sheikh Hasina Wajid (PM Bangladesh), tak lupa contoh dalam negeri ada Tri Rismaharini (Walikota Surabaya) dan terakhir favorit saya Illiza Sa’aduddin Djamal (walikota Banda Aceh. Saya tunjukkan bahwa ada banyak bukti lainnya bahwa wanita juga bisa memimpin. Dan terkait pemimpin wanita dalam Islam (terlepas dari ikhtilaf para ulama) pun sesungguhnya boleh dengan beberapa syarat yang harus terpenuhi.

Dan di akhir ada sedikit simulasi pemecahan masalah sebagai latihan penerapan materi. Satu demi satu mereka maju mengungkapkan pendapatnya. Hingga akhirnya waktu di rundown yang menghentikan kita.

Foto bareng Nuri, ketua Himidin.

Gak lupa kita foto bareng-bareng


Akhirul kalam. Mohon maaf jikalau tulisannya berantakan. Terlalu banyak di kepala sampai bingung mau menuliskan yang mana terlebih dulu.

Oiya dimulai dari tulisan ini, akan ada rubrik baru di ahmadshofwan.wordpress.com yaitu tentang public speaking. Sampai jumpa di tulisan berikutnya yap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s