Malaikat yang Hari ini Turun ke Bumi

Malaikat tak bersayap itu sungguh nyata. Buat kamu yang gak percaya, sini kuberitahu! Malaikat itu hari ini bernama Ricky Gozalli Idris. Malaikat penolongku menuju persiapan validasi Proposal Penelitian. Bidadari. Eh, bidadara! Tanpa bantuannya, aku butiran debu.

Sesungguhnya di setiap kesulitan setelahnya selalu ada kemudahan. Dan Allah memberikan kemudahan melalui kawan bernama Ricky.

Seorang Shofwan yang tidak bisa memperhatikan hal-hal detail, prosedural tak akan bisa validasi dengan lancar tanpa bantuan. Ricky hari ini sungguh membuat terharu. Mengurus makanan, minuman untuk para Dosen, ngebantu memastikan berkas-berkas persyaratan, memasang proyektor untuk presentasi hingga membantu koreksi slide presentasi. Kalau aku wanita, tentu aku tak akan menolak dirimu. Ahay~~~ Tapi untung aku cowok. Haha

“Pokokmen kowe tenang wae Sop. Sing santai.” Kalimat pamungkas darinya. Sedikit membantu meredakan gejolak asam lambung yang naik karena deg-degan.

Alhamdulillah. Apa yang dikhawatirkan….terjadi. haha

Validasi atau ujian proposal penelitian berjalan lancar. Dengan babak belur revisian tapi disertai haha hihi bersama dosen.
Terimakasih bantuannya Rick!

Terimakasih yang sudah datang menyemangati. Kak Titis. Deddy. Tyanne (yang jauh-jauh dari Jogja). Rija dan Arin yang beliin bunga yang wanginya semerbak kecium ampe akhirat. Andika, Febri, Firgan. Krucil-krucil yang mau aja diaku sebagai dua istri (Riska dan Firda). Adek-adek 2013, ada Intan, Karen, Diba, Ais, Cia, Gita (yang hari ini ulang tahun), Cahya (yang ketemu di parkiran, pengen ikut validasi tapi gak jadi karena telat). Kue dan pesan jauh dari Melinda mewakili Intan, Tari, Icha, Tya, Ucid, Unun, Rara. Mas Pyton yang menyemangati dari meja kampeda di parkiran kampus. Ibu penjual pisang depan masjid yang dijadikan snack peserta validasi. Bapak ibu dosen yang meskipun proposal saya berantakan tapi tetap dengan sabar mengoreksi dengan baik. Kepada semesta yang begitu baik ke saya pada hari ini.

Tak terkecuali terimakasih juga untuk yang mendo’akan dari jauh. Meski tak bisa menyempatkan hadir, sungguh hadiah validasi terbaik adalah dengan do’a.

Dari Ahmad Shofwan Muis
Yang lagi senyum-senyum bahagia
Tapi belum berani nyentuh lembar revisian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s