Device Pendeteksi Jodoh dan Kisah Tujuh Tangkai Mawar Putih

Hingga detik ini, saya masih selalu yakin bahwa dalam diri masing-masing manusia ada yang namanya device pendeteksi jodoh. Device yang membuat manusia satu bisa menjadi yakin memilih manusia lainnya untuk diajak hidup bersama. Membuat satu manusia yakin mengijinkan manusia lain yang bisa jadi sangat asing untuk masuk ke dalam hidupnya. Device ini akan aktif jika kita bertemu orang yang memiliki device dengan frekuensi yang sama. Dalam hitungan detik bahkan bisa memunculkan kata yakin.

Keyakinan saya ini datang dari berbagai kisah pertemuan dua insan yang pernah saya saksikan, cerita orang lain hingga diceritakan oleh tokoh utamanya sendiri. Perjalanan menakjubkan menemukan ketetapan hati terhadap jodohnya.

Tentu saja belum saya alami, karena hingga sekarang device-nya belum aktif dan aaya belum menikah. Device itu sudah sedikit aktif, tapi saya akan berasumsi bahwa ia belum aktif. Biar gak kegeeran. Oke, bukan ini inti tulisan saya. Di sini saya akan menceritakan sebuah kisah tujuh tangkai mawar yang menyatukan dua insan yang tadinya belum begitu kenal hingga akhirnya yakin untuk hidup bersama.
Ini adalah salah satu kisah di antara banyak kisah nyata tentang keajaiban manusia menemukan belahan hatinya. Nama akan saya samarkan dengan berbagai pertimbangan.

Tersebut seorang lelaki yang hidup di sebuah negara yang dingin. Pada hari itu ia akan menemui teman wanitanya. Dia belum begitu kenal dengan wanita tersebut. Yang dia ketahui, sore itu dia akan bertemu dengan seorang wanita. Hanya itu. Dan sekarang dia sedang berjalan di pinggir jalanan kota. Matanya memandangi etalase-etalase toko yang dia lewati. Langkahnya terhenti oleh tulisan “Florist”. Oh bukan, bukan tulisan “Florist” melainkan tulisan diskon bunga mawar putih yang disediakan oleh toko bunga tersebut.
“Kenapa tidak kubeli bunga? Lagian kan harganya juga diskon. Aku tak akan rugi.” Dengan langkah yang yakin ia membuka pintu toko bunga. Suara lonceng pintu mengiringi langkahnya masuk.
Sore itu bunga diskonannya adalah mawar putih dan tersisa 7 tangkai.
“Oke pak, saya beli semuanya.” Dengan santai dia mengambil dompet di sakunya, di saat yang bersamaan skenario Tuhan sedang berjalan pada dirinya dan tanpa dia sadari.

Tujuh tangkai mawar yang sudah dibungkus ditaruh di pelukannya. Menemani dia menemui sang wanita di sebuah kafe sederhana di tengah kota.
Singkat cerita beberapa minggu setelahnya, mereka menikah.

Kita yang membaca cerita ini mungkin ingin tahu, ada apa gerangan? Mereka belum begitu kenal, kenapa begitu cepat yakin menetapkan hati?

Oke, mari kuajak kamu menyelami kisah sang wanita beberapa waktu sebelum hari itu terjadi.

Sang wanita ini bisa dibilang kalau di Indonesia adalah kembang desa. Banyak yang mengaguminya. Tapi hukum semesta terkait pilihan selalu berlaku, bagi siapapun, baik yang cantik maupun kurang cantik. Kebingungan akan pilihan itu datang pada dua keadaan, entah karena terlalu banyak pilihan atau karena tidak ada pilihan sama sekali. Untuk sang wanita, dia terlalu banyak pilihan. Terlalu banyak lelaki yang ingin masuk ke dalam hidupnya. Rasa-rasanya dia sudah kebingungan menentukan variabel apa saja yang cocok dijadikan persyaratan hingga hipotesis terkait jodoh pilihannya bisa terpenuhi.

Hingga beberapa hari sebelum hari di mana kisah lelaki tadi kuceritakan, hatinya terhubung ke langit. Kepada Tuhan sang wanita meminta petunjuk. “Ya Tuhan, sudah terlalu banyak lelaki. Aku bingung mana kah yang menjadi garisan hidupku? Aku tahu pilihan kamu lah yang terbaik. Pilihkan aku lelaki terbaik. Dan lelaki terbaik itu akan datang kepadaku membawakan tujuh tangkai mawar putih.”

Dan BAAAAM!!!!

Manusia do the best and skenario Tuhan do the rest.

Di suatu sore yang jalanannya masih basah, karena baru saja diguyur hujan, datanglah seorang lelaki yang membawa tujuh tangkai mawar putih. Hati sang wanita tahu betul ini adalah jawaban dari do’anya. Dan jauh sebelum sang lelaki tersebut duduk di kursi yang ada di depannya, saat sang lelaki baru berjalan memasuki pintu kafe, dia sudah yakin bahwa inilah lelaki terbaik pilihan Tuhan. Lelaki yang kuceritakan tadi.

Kisah ini pun baru diketahui si lelaki beberapa bulan setelah mereka menikah. Dia menanyakan kepada sang wanita “Apa yang membuatmu yakin kepadaku?”

Dan sekali lagi, saya sangat yakin bahwa di dalam diri tiap-tiap manusia ada yang dinamakan device pendeteksi jodoh, yang akan aktif ketika bertemu individu yang memiliki device dengan frekuensi yang sama. Masih ada beberapa kisah-kisah lain yang bisa meneguhkan pendapat ini. Tapi kali ini, saya rasa cukup satu kisah.

Advertisements

One thought on “Device Pendeteksi Jodoh dan Kisah Tujuh Tangkai Mawar Putih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s