Dosa atas Nama Cinta

​”Islam tak mengharamkan jatuh cinta. Islam hanya melarang tindakan negatif atas nama cinta.”

Satu dosa yang pernah saya lakukan atas nama cinta dan masih teringat sampai sekarang. Kala itu memanjat tribun stadion Mattoanging demi cinta pada PSM. Masuk stadion tanpa tiket, cukup membayar seribu rupiah dan saya ditarik dari atas tribun menggunakan sarung yang disambung-sambung menjadi seperti tali. Sebuah jalan penuntasan cinta yang sangat murah bagi seorang anak SMP.

Masih ingat betul. Pertandingan itu adalah pertandingan perdana striker asing PSM, Saibou Badarou. Tapi sayang penampilannya melempem. Pertandingan berakhir seri dan dia tidak membuat satu gol pun.

Selesai pertandingan, dosanya langsung dibayar cash and carry oleh pemilik alam semesta. Duit yang harusnya bisa buat naik angkot balik, entah kenapa dibeliin burger di depan stadion. Dan nggak tahu kalau udah ditinggal balik ama temen yang bawa motor. Dihukum langsung dengan jalan kaki dari Mattoanging sampai lapangan Karebosi (alun-alun kota Makassar) dan baru sampai di rumah jam 1 malam.

Gambar di atas hanya ilustrasi. Dan memberi tahu bahwa di bagian tribun itu lah saya melakukan dosa.

View Stadion Mattoanging (sekarang Stadion Andi Matalatta) dari tribun tertutup VIP Utara.

Sekarang saya sadar. Bahwa cinta itu tak pernah salah. Jalan penuntasannya lah yang kadang manusia luput dalam memilih.

Bagaimana denganmu? Pernah melakukan sebuah tindakan negatif atas nama cinta? Semoga tidak. Cukup saya yang pernah melakukan kesalahan itu. Kamu nggak usah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s