Menikmati Fiksimini

DI PELAMINAN – Do’aku bertemu, tapi nyatanya bertamu. – Kami bersalaman. Dia dengan senyumnya, aku dengan tangisku.
Salah satu fiksimini buatanku. Tema pada hari itu kalau tidak salah adalah “Doa”.

Fiksimini, adalah sebuah karya singkat sarat makna. Tulisan singkat yang sengaja menyisakan kekosongan memberikan ruang pada pembaca untuk bisa berimajinasi. Menyuling sebuah kisah dengan hamparan makna yang sangat luas.

Agus Noor salah seorang pengelola akun @fiksimini dalam blognya menjelaskan sedikit tentang bagaimana fiksimini dibuat dan dinikmati. Dalam Diktum Fiksimini:

Diktum Fiksimini 1:
Menceritakan seluas mungkin dunia, dengan seminim mungkin kata

Diktum Fiksimini 2:
Ibarat dalam tinju, fiksimini serupa satu pukulan yang telak dan menohok.

Diktum Fiksimini 3:
Kisahnya ibarat lubang kunci, yang justru membuat kita bisa “mengintip” dunia secara berbeda.

Diktum Fiksimini 4:
Bila novel membangun dunia. Cerpen menata kepingan dunia. Fiksimini mengganggunya

Diktum Fiksimini 5:
Fiksimini yang kuat ibarat granat yang meledak dalam kepala kita.

Diktum Fiksimini 6:
Ia bisa berupa kisah sederhana, diceritakan dengan sederhana, tetapi selalu terasa ada yang tidak sederhana di dalamnya.

Diktum Fiksimini 7:
Alurnya seperti bayangan berkelebat, tetapi membuat kita terus teringat.

Diktum Fiksimini 8v
Serupa permata mungil yang membiaskan banyak cahaya, kita terus terpesona setiap kali membacanya.

Diktum Fiksimini 9:
Seperti sebuah ciuman, fiksimini jangan terlalu sering diulang-ulang.

Diktum Fiksimini 10:
Bila puisi mengolah bahasa, fiksimini menyuling cerita, menyuling dunia.

Diktum Fiksimini 11:
Ia tak semata membuat tawa. Karna ia adalah gema tawanya.

Diktum Fiksimini 12:
Kau kira fiksimini ialah kolam kecil, tapi kau tak pernah mampu menduga kedalamanya.

Diktum Fiksimini 13:
Di ujung kisahnya: kita seperti mendapati teka-teki abadi yang tak bertepi.

Diktum Fiksimini 14:
Pelan-pelan kau menyadari, ia sebutir debu yang mampu meledakkan semesta.

Yap, sedikit tentang fiksimini. Semoga kamu bisa paham dan bisa menikmati sebagaimana aku begitu menikmati berimajinasi bersama 140 karakter fiksimini. Selalu menyimpan kejutan di tiap kata, tiap spasi sebelum tanda titik di akhirnya.

Berikut beberapa fiksimini yang pernah kubuat dan dimuat di akun twitter @fiksimini:

[Tentang Do’a]

SENJATA PAMUNGKAS. Tangis do’a ibu berhasil membuat Tuhan mengizinkanku kembali bumi. Sesaat kemudian, aku sudah di pelukannya.

IBU MEMBERONDONG LANGIT DENGAN DO’A DAN TANGISNYA. Dari atas awan aku melihat jasadku terbujur kaku, di hadapan ibu.
WAKTUNYA TIDUR. Adek lelah bang begadang siang tadi.

[Tentang Langit]

HOME RUN! Lemparannya menembus langit. Awan yang kesakitan menurunkan hujan.
PRESIDEN BARU – Janji-janjinya selangit, rakyat sibuk mencari tangga.

[Tentang Mati]

NAMANYA JUGA CINTA – “Aku rela mati untukmu”. “Lebay! Kita kan sudah mati”, ujar kuntilanak kepada genderuwo.

[Tentang Sidang]

PALU SIDANG HILANG – “Maaf pak, memang tidak ada. Bapak berdiri di atas mimbar jum’at”.

[Tentang Mahar]

MELAMAR “Kenapa maharnya mahal sekali pak?” | “Agar kau tak membeli yang kedua”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s