Memahami Isi Kepala


Cuitanku di twitter yang disatukan dengan foto kakiku di telaga warna Dieng. Oleh: Annisa Fitrianda P.

Orang lain sering kali tidak mengerti jalan berpikir kita. Jangankan orang lain, diri sendiri saja kadang tidak mengerti jalan pikir kita.

Dua penggalan paragraf yang gak tahu kenapa bisa tercetus. Kalau ditarik ke belakang, rasa-rasanya kok gak mungkin ya nulis seperti itu. Apa yang ada di kepala seorang Shofwan saat menulis itu?

Kamu? Jangankan kamu. Aku saja tidak bisa mengerti isi kepalaku. Haha

Sering. Saaaaangat sering. Aku geleng-geleng kepala kala melihat diriku yang dulu. Tulisanku yang dulu. Geleng-geleng tidak percaya. Geleng-geleng takjub sesekali. Geleng-geleng sambil tepuk jidat seringkali.

Tapi tak mengapa. Aku tak akan pernah membuang tulisan-tulisan lama. Biarkan ia menjadi penanda bahwa kita pernah berada di satu titik dan sekarang kita sudah berada di titik yang lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s