Overthinking

Satu kebiasaan buruk yang paling sering menjangkiti kepala dan hati umat seisi bumi. Mengkhawatirkan apa yang tak seharusnya dikhawatirkan.

“Dipikirin tapi jangan kepikiran.” Pesan pak Nugroho, salah seorang dosen Psikologi UNS yang berusaha memberi penguatan pada mahasiswanya yang terlalu khawatir akan banyak hal.

Overthinking membawa kita kepada ketidakproduktifan hidup. Kita bertarung dengan pikiran sendiri. Dunia seolah-olah hanya seluas lingkar otak kita.

Jika ini berlebihan, ia bisa membawa ke suatu gangguan psikologis. Dengan gejala-gejala seperti anxiety (cemas), berpikir berulang-ulang hingga tak menghasilkan apa-apa karena pada akhirnya tidak berbuat apapun, menjadikan masalah menjadi makin rumit karena tak kunjung diselesaikan, bahkan bisa membawa kepada kita pada level depresi.

Kunci utama menghindarinya adalah sadar. Kita sadar bahwa kita sedang berada di fase overthinking. Sadar untuk kembali pada tujuan. Kembali kepada jalur. Kemudian segera mengkonfrontasi masalah, jangan menunggu terlalu lama. Kesampingkan “what if-what if” yang ada. Karena sungguh banyak di antara kekhawatiran hanya lah kekhawatiran tak beralasan yang timbul dari asumsi.

Dari Shofwan yang baru keluar dari goa persembunyiannya, karena overthinking.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s