Membeli Kebahagiaan

“You can’t buy happiness but you can buy ice cream. And that’s kind of same thing. Kata orang-orang.”

Tapi bagiku, membeli kebahagiaan adalah dengan membuat dan melihat orang lain berbahagia.

Melalui #BotakinShofwan saya sebenarnya tidak sedang berbagi kebahagiaan. Saya berusaha membeli kebahagiaan. Saya sedang ingin berbahagia melalui senyum adik-adik cancer fighter.

Tiap minggu beberapa waktu belakangan ini mereka memberikan saya banyak kebahagiaan.

Keadaan atau kesulitan orang lain bukannya tanpa tujuan. Ibarat tangan yang diciptakan dengan jari yang ada celahnya adalah untuk saling mengisi dengan jari yang lain. Seolah orang lain menyediakan ruang untuk kita mendapatkan bahagia.

Melalui senyuman orang sekitar kita bisa memperoleh kebahagiaan. Secara ilmiah mungkin bisa dijelaskan melalui hormon yg keluar ketika kita berbagi. Hormon apa ya, serotonin dan endoprhin kalau gak salah.

Bahkan ada penelitian. Dua wanita kembar yang sama-sama sudah dewasa. Mereka diberi sejumlah uang. Mereka ditugaskan menghabiskan uang tersebut. Si A menghabiskan uangnya dengan berbelanja sedangkan kembarannya menghabiskan uang dengan menyumbangkan uang. Dan ternyata yang merasakan ada kelegaan dan rasa bahagia adalah yang memyumbang. Saudaranya yang berbelanja, selalu saja merasa ada yang kurang dalam dirinya.

Akhirul kalam. Mari membeli kebahagiaan, mari berbagi kepada sekitar kita. Sembari aku mengajakmu membeli kebahagiaan dengan bersama bagi untuk adik-adik cancer fighter di Maya Ananta RS. Dr. Moewardi Surakarta. Caranya gampang, cek m.kitabisa.com/botakinshofwan. Kemudian:

1. Klik *DONASI SEKARANG”

2. Isi data diri (bisa anonim) dan pilih cara pembayaran

3. “Transfer ke no rekening yang dipilih”, jangan lupa dengan kode uniknya.

4. Kamu juga bisa membantu dengan cara “Share informasi ini” ke lingkaran terdekat kamu, agar kebaikan ini bisa menular dan tak berhenti di kamu. Satu share dari kamu, bisa membawa donatur buat para pejuang cilik kita.

Bonus foto mukaku, di puncak Merbabu dengan latar belakang puncak Merapi yang tertutup awan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s