Bawakaraeng: Gunung Pertama Shofwan Kecil

Sebuah perjalanan yang pada awalnya membuat saya tak bisa bercerita karena saking takjubnya. Dan kemudian membawa saya menjadi bercerita banyak hal setelahnya. Juga karena saking takjubnya.

Liburan kenaikan kelas 3 SMP kalau saya tidak salah ingat. Dibersamai guru paling keren dan favorit anak SMPIT Al-Biruni Makassar, pak Amin. Bersama teman yang lainnya Dede, Ukki, Rial, Affaq, Ari, Jaya dan Pandi. Pak Amin memberikan gunung pertama kami. Kurru sumange’ pak Amiiiin :))
Gunung Bawakaraeng. Bawa berarti mulut, sedangkan Karaeng berarti Raja atau Tuhan. Bawakaraeng adalah Gunung Mulut Tuhan. Memiliki ketinggian 2845mdpl dengan trek panjang 10 pos. Bawakaraeng ini adalah Lawu-nya Sulawesi Selatan. Puncak gunung dengan suhu yang paling dingin sehingga kadang ada pendaki yang terserang hipotermia. Gunung yang cuacanya sangat sulit diprediksi. Gunung yang penuh cerita mistis. Dan ada cerita haji Bawakaraeng. Agak mirip dengan haji Lawu. Siapa yang mendaki gunung ini bisa diibaratkan berhaji ke tanah suci sana. Jadi, saya udah haji dua kali di Indonesia. Haji Bawakaraeng dan haji Lawu. Haha. Yeay!
Pendakian kami lalui dua hari menuju puncak Tallung, Bawakaraeng. Bukan puncak utama. Puncak Tallung ini jalan menuju lembah Ramma. Lembah antara Bawakaraeng dan pegunungan Lompobattang (kalau tidak salah, mohon dikoreksi). Jalur menuju lembah Ramma ini berbeda dengan jalur menuju puncak utama. Jadi jika kamu ke Bawakaraeng, kamu tidak bisa menikmati keduanya seperti kamu bisa menikmati Ranu Kumbolo sepaket dengan puncak Mahameru di Semeru.
Perjalanan diawali dari basecamp di desa Lembanna, Malino. Keseruan karena pemandangan yang pepohonan berlumut yang benar-benar keren berpadu dengan kengerian karena pengalaman pertama naik gunung. Jalur pendakian jaman dulu tidak sejelas sekarang. Terlebih dengan gunung-gunung di pulau Jawa. Jalan setapaknya sangat jelas, banyak penunjuk arah bahkan kita selalu berpapasan dengan pendaki lain. Waktu itu, seingat saya hanya ada rombongan kami.
Dari pos 1, kita mengambil jalan ke kanan. Jika mengambil jalan lurus akan bertemu pos-pos berikutnya menuju punjak 2835mdpl Bawakaraeng.
Hari dan malam pertama kita habiskan di sungai kedua setelah pos 1. Ada aliran sungai yang jernih dengan kontur bebatuan plus tempat lapang mendirikan tenda. Dan sepanjang perjalanan menuju pos ini pun kita jalan beriringan dengan parit-parit kecil berair jernih yang masih tidak lekang dari ingatan saya tentang gunung. Airnya bisa langsung diminum, cukup turunkan kedua tangan, ambil dan glek. Segar! Lelah pundak dan kaki rasanya hilang karena di kota tidak mungkin ada pengalaman seperti ini! Entah sekarang bagaimana keadaannya. Sudah lewat belasan tahun dari waktu itu.

Saya yang duduk di batu sana. Lagi kaget, menemukan ada pacet nangkring di kaki saya. Belum mengenal tekhnologi bernama gaiter.

Di hari kedua kami melanjutkan perjalanan menuju puncak Tallung. Dan di sini lah kami! Anak-anak SMP yang menikmati gunung pertamanya. Kami tidak turun menuju lembah Ramma karena medan yang curam dan berbahaya untuk anak-anak seusia kami.

Mengabadikan momen di puncak Tallung dengan kamera hape Nokia 6600 punya Rial

Bisa tebak saya yang mana? Hahaha. Satu juta rupiah dipotong pajak 100%! Yap! Saya yang kanan bawah.

Sayang hanya dua foto itu yang kami punya. Dua foto ini pun hasil unggahan di Facebook

Bawakaraeng, gunung pertama Shofwan kecil. Tidak banyak yang bisa saya ingat dan ceritakan dengan detail karena rasanya sudah sangat lama. Pendakian yang kemudian menjadi sumber inspirasi untuk menghadiahkan Sindoro sebagai gunung pertama buat hari ulang tahun Naufal Fadlurrahman Muis, di usia yang sama dengan saya dulu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s