​#BukuIniKubaca Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1990

Penulis : Pidi Baiq

Penerbit : DAR ! Mizan

Genre : Romance

Kategori : Young Adult

Terbit : 2014

Tebal : 332 hlm

ISBN : 978 – 602 – 7870 – 41 – 3

Harga : Gratis karena minjem


Aku gak mau menceritakan apa-apa tentang Dilan. Aku gak mau kamu terpesona pada Dilan dan akhirnya Milea punya saingan! Soalnya Dilan yang ini cuma satu-satunya di dunia.

Novel ini karya Pidi Baiq. Ayah. Boleh kupanggil “Ayah”? Mohon izinnya ya, Yah. Terima kasih telah melahirkan Dilan dan Milea ke muka bumi ini. Sepasang romantis yang mungkin tidak semahsyur Romeo dan Juliet, tidak semewah kisah raja dan ratu, romantis yang sangat sederhana namun cukup bagiku. Berhasil membuatku ingin kembali merasakan perasaan yang sudah lama tak kurasakan.
Oiya, catat ini. Kemarin sore adalah hari di mana aku jatuh cinta pada Dilan. Tapi Milea gak usah khawatir. Aku kan cowok. Dilan pasti gak mau ama aku. Paling dia takut. Kalau aku ke rumahnya, paling dia sembunyi di lemari besar dalam kamar. Lagian, Dilan kan juga udah cinta banget ama Milea. Kalau ada yang berani macem-macem ke Milea, jangan bilang ke Dilan. Takutnya, besoknya orang itu bisa hilang.
Aku gak mau menceritakan cerita tentang Dilan. Kan sudah kubilang tadi. Nanti kamu jatuh cinta. Cerita jangan… Jangan! Kecuali kamu pengen tahu. Baca sendiri deh! Tapi beli ya di toko buku. Jangan kayak aku, cuma bisa pinjem temen.

Buku ini Aku Pinjam: Charlie and the Great Glass Elevator

Aku selalu kagum kepada wanita. Mereka begitu pandai dalam menyimpan dan merawat sesuatu. Termasuk buku.
Kali ini aku dipinjami sebuah buku. Buku lawas yang tampak begitu terawat. Tak ada lipatan, sampul yang masih mulus. Sejenak kumainkan halamannya seperti memainkan setumpuk uang. Hmmmmm tercium aroma “jaman dulu” bercampur sedikit parfum wanita dari kertasnya yang mulai menguning. Aku seperti bisa menebak aroma parfum temanku ini hanya dari bukunya. Oke lupakan, mari menuju bagian utama.

Sebuah karya dari Roald Dahl. Terdengar asing? Hmmm… Bagaimana kalau kusebutkan Charlie and the Great Glass Elevator? Kulihat kerut dahimu menghilang. Yap, benar! Buku ini adalah lanjutan kisah Charlie and the Chocolate Factory.

Sebenarnya buku ini termasuk bacaan anak-anak. Namun tak ada batasan untuk mencari inspirasi, bukan?. Masih mencoba melewati tahap “Penulis yang baik adalah pembaca yang rakus”.

image

Baiklah. Buku ini menyajikan kisah yang membuat pembacanya kembali ke pola pikir masa kanak-kanak. Berpikir liar penuh imajinasi tanpa khawatir ada realitas dan kenyataan hidup yang membatasi. Ditulis dengan penggambaran yang detail, membuat cerita terasa hidup dan seakan tak ada kesulitan untuk membayangkan adegan demi adegan. Terlebih jika merunut tokoh-tokoh dalam film yang menceritakan tentang kisah terdahulu Charlie. Penggambaran karakter, cara berbicara hingga pola pikir. Tampak sama plek!

Terkisah seorang Charlie Bucket yang kembali memulai petualangannya. Masih tetap bersama Tuan Willy Wonka. Kali ini tak hanya kakek Joe yang menemani petualangan Charlie, sebagaimana di kisah sebelumnya di pabrik coklat. Namun satu keluarga Bucket! Lengkap kedua orang tua dan ketiga kakek-neneknya yang lain. Mereka mengalami petualangan seru dengan elevator kaca milik Tuan Willy Wonka. Petualangan yang di luar nalar, imajinatif dan sesekali disisipi pesan moral. Sungguh bacaan yang lezat tapi tetap ringan! Tentu saja, mengingat ini memang kisah untuk anak-anak.

Dari yang imajinasinya ikut melesat tak terkendali bersama elevator kaca
Ahmad Shofwan Muis